KabarBaik.co, Batu – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru honorer tidak harus selalu menunggu kebijakan struktural seperti pengangkatan atau kenaikan honor.
Melalui Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG), guru honorer didorong untuk memiliki kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Aries Agung Paewai saat menghadiri sharing session PROTEG yang digelar di Kota Batu, Kamis (5/2).
“Guru honorer memiliki potensi besar di luar ruang kelas. PROTEG hadir untuk membuka akses keterampilan dan pendampingan agar potensi itu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang nyata,” ujar Aries.
Menurutnya, PROTEG menjadi pendekatan baru dalam memperkuat ekosistem pendidikan, khususnya dari sisi kesejahteraan pendidik. Program ini mendorong guru honorer untuk tidak hanya bergantung pada penghasilan mengajar, tetapi juga mampu membangun usaha mandiri yang legal dan profesional.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 guru honorer terbaik se-Jawa Timur mempresentasikan capaian usaha yang telah mereka jalankan. Beragam sektor usaha dikembangkan, mulai dari kuliner, percetakan, jasa kreatif, permainan edukatif anak, hingga tata busana. Seluruh usaha tersebut telah memiliki legalitas dan menunjukkan perkembangan yang positif.
Aries mengungkapkan, sejak diluncurkan pada 2024, PROTEG menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas usaha yang dijalankan. “Evaluasi kami menunjukkan sebagian besar peserta sudah memiliki usaha aktif, bahkan ada yang siap dikembangkan ke skala yang lebih luas,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan PROTEG dilakukan secara fleksibel dengan memadukan pelatihan daring dan luring, sehingga tidak mengganggu tugas utama guru sebagai pendidik. Program ini juga didukung Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam penguatan aspek teknis, teknologi, dan kewirausahaan.
Dengan capaian tersebut, Aries berharap PROTEG dapat menjadi model nasional dalam pemberdayaan guru honorer melalui pendekatan ekonomi produktif yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. (*)







