Kabarbaik.co, Nganjuk– Embung di Desa Cerme, Pace, Nganjuk, kini berubah jadi hamparan padi yang hijau merata. Pendangkalan yang tak kunjung teratasi membuat embung itu menjadi lahan hijau.
Padahal embung yang dibangun untuk menyimpan air itu seharusnya jadi jantung pengairan untuk mengairi ratusan hektare lahan pertanian.
“Kita sudah mengajukan permohonan normalisasi sejak 2020, tapi hingga saat ini belum dilakukan” ujar Kepala Desa Cerme Iking Eduan Saputro kepada Kabarbaik.co, Rabu (4/2)
Iking mengungkapkan embung yang terletak di bawah naungan Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, ini seharusnya menjadi penyimpan harapan bagi petani lokal untuk mendapatkan pasokan air yang stabil. Namun, pendangkalan yang semakin parah membuat fungsi utamanya tergerus perlahan.
Pada awalnya, embung ini dibangun untuk menjamin pasokan air lahan pertanian di Desa Cerme dan sekitarnya. Saat musim kemarau tiba, air dari embung seharusnya mengalir ke sawah-sawah yang mengering dan menjadi penyelamat hasil panen. Tapi kini, embung yang sudah tidak mampu menampung air dengan optimal malah dijadikan tempat bertani oleh warga.
Terkait dengan Isu sewa sebesar Rp 2 juta yang beredar di masyarakat, Kades Iking dengan tegas menjelaskan, jika embung ini bukan milik desa atau pengairan lokal.
“Ini milik PU Pengairan Provinsi. Kami dari pihak desa tidak menyuruh warga untuk menanam, tapi juga tidak melarang,” jelas Iking..
Iking juga mengingatkan kepada warga bahwa sewaktu-waktu PU pengairan provinsi memutuskan untuk melakukan normalisasi, semua harus siap menerima.
“Itu hak mereka sebagai pengelola,” kata Iking.
Sementara itu, Camat Pace Noordian Saputro mengakui bahwa pemerintah desa tidak mengizinkan namun juga tidak melarang, sehingga risiko menjadi tanggung jawab warga yang menanam.
“Kita berharap tidak ada masalah yang timbul akibat ini, mengingat Desa Cerme selalu menjadi desa yang kondusif dan baik dalam menjalankan pemerintahan,” katanya.
Ia juga berharap agar instansi terkait segera mengambil tindakan untuk mengembalikan fungsi embung sebagai sumber air yang penting bagi daerah. (*)






