KabarBaik.co, Batu – Taman Rekreasi Selecta di Kota Batu terus menunjukkan eksistensinya sebagai objek wisata legendaris yang tak lekang oleh waktu. Berdiri sejak 1928, Selecta telah melewati tiga periode penting sejarah bangsa, mulai era Hindia Belanda, pendudukan Jepang, hingga masa kemerdekaan Indonesia.
Pada November 2025 lalu, Selecta resmi ditetapkan sebagai museum hidup (living museum) oleh Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha. Penetapan ini menegaskan posisi Selecta bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup yang menyimpan narasi penting perjalanan sejarah Indonesia.
Keaslian bangunan peninggalan kolonial Hindia Belanda masih terjaga hingga kini. Sejumlah situs bersejarah di kawasan Selecta menjadi saksi perjalanan bangsa, termasuk Villa Bima Sakti, yang dahulu bernama Villa De Brandarice. Vila tersebut pernah menjadi tempat peristirahatan Presiden pertama RI, Soekarno, dan kini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya di Kota Batu.
Upaya merawat dan menghidupkan kembali nilai sejarah tersebut dilakukan melalui kolaborasi Taman Rekreasi Selecta dengan Indonesian Creative Cities Network (ICCN) dan Mandala Creative House. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan Batu Heritage Walking Tour ke Living Museum Selecta.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak menelusuri kawasan bersejarah Selecta dengan berjalan kaki, meliputi Hotel Selecta, Villa Bima Sakti, Taman Lumut, Resto Asri, Taman Bunga, hingga kolam renang ikonik yang menjadi ciri khas Selecta. Selama tur berlangsung, peserta juga mendapatkan penjelasan mendalam mengenai sejarah dan nilai budaya yang melekat di setiap lokasi.
Guide Mandala Creative, Dino Dirk, mengatakan konsep living museum di Selecta bertujuan menghadirkan sejarah sebagai pengalaman yang hidup dan interaktif. “Sejarah tidak hanya ditampilkan dalam bentuk benda, tetapi juga melalui cerita, suasana, dan jejak kolektif yang masih terasa hingga hari ini,” ujarnya, Minggu (1/2).
Ia menambahkan, Selecta merepresentasikan tiga periode penting sejarah Indonesia serta menjadi simbol keberhasilan ekonomi kerakyatan. Dengan kepemilikan lebih dari seribu orang, Selecta menjadi bukti bahwa konsep koperasi dan ekonomi berbasis rakyat tetap relevan hingga saat ini.
Direktur Utama PT Selecta, Sujud Hariadi, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, sejarah panjang Selecta dari era kolonial hingga dimiliki secara kolektif oleh rakyat sejak 1950 merupakan kekuatan yang perlu terus diangkat. “Secara badan hukum memang PT, tetapi jiwanya adalah kepemilikan bersama. Inilah semangat ekonomi kerakyatan yang kami jaga,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu, Muhammad Anwar, menilai kegiatan ini sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan melalui jejaring nasional ICCN dalam program Nusantara Living Museum. “Selecta bukan sekadar destinasi wisata, tetapi saksi perjalanan sejarah bangsa. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak merasakan kembali denyut sejarah yang membentuk kawasan tersebut,” katanya.
Melalui penetapan sebagai living museum dan berbagai kegiatan edukatif, Selecta diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata keluarga, tetapi juga pusat pembelajaran sejarah dan ekonomi bangsa yang berkelanjutan. (*)






