Tanah Gerak Ancam Sempadan Sungai Bodor Nganjuk, Ini Langkah Pencegahan BPBD

oleh -98 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 27 at 3.03.12 PM
Kondisi sempadan Sungai Bodor, di Dusun Kedung Bajul, Desa Gemenggeng, Pace (ist)

KabarBaik.co, Nganjuk – BPBD Nganjuk melakukan asesmen terkait fenomena tanah gerak di Dusun Kedung Bajul, Desa Gemenggeng, Pace. Tanah gerak tersebut mengancam sempadan Sungai Bodor.

“Kondisi Sempadan Sungai Bodor memang memerlukan penanganan segera karena retakannya cukup panjang, mencapai 50 meter di satu titik. Kami terus berkoordinasi dengan pihak desa dan provinsi untuk pengadaan material darurat seperti sandbag dan sesek guna menahan laju penggerusan tanah,” ujar Kalaksa BPBD Nganjuk, Sutomo. Jumat (27/3)

Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu Kecamatan Loceret dan Ngetos sejak 21 Maret 2026, yang menyebabkan debit air Sungai Bodor meningkat tajam dan menggerus dinding sungai. Dua titik krusial teridentifikasi mengalami retakan tanah diantaranya titik 1 dengan kerusakan sepanjang ±12 meter, lebar ±2 meter, tinggi ±6 meter; dan Titik 2 dengan panjang mencapai ±50 meter, lebar ±2 meter, tinggi ±6 meter.

“Kami minta warga tetap waspada dan melaporkan segera jika melihat retakan baru, terutama saat hujan deras melanda wilayah hulu. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tuturnya.

Retakan tersebut dinilai membahayakan akses transportasi warga karena letaknya sangat dekat dengan jalan desa. Jika debit air kembali naik, penggerusan dikhawatirkan akan meluas dan memutus akses jalan tersebut.

Tim BPBD Nganjuk bekerja sama dengan BPBD Jatim (AGISENA), pemerintah desa, dan unsur DPRD yang turun ke lapangan untuk koordinasi. Fokus utama saat ini adalah mitigasi struktur guna mencegah longsor susulan.

“Kebutuhan mendesak meliputi pemasangan sesek (anyaman bambu) dan sandbag (kantong pasir) sebagai tanggul darurat untuk memperkuat dinding sempadan yang retak,” ungkapnya

Sutomo menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan keamanan warga dan fasilitas umum di sekitar bantaran sungai.

BPBD memastikan akan terus memonitor situasi secara berkala dan memberikan informasi lanjutan kepada masyarakat agar siap menghadapi kemungkinan kondisi yang memburuk. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.