KabarBaik.co – Peristiwa tanah bergerak terjadi di Dusun Parastembok, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Senin (15/12) siang hingga sore. Akibat kejadian tersebut, satu dinding rumah warga ambrol dan menyebabkan lima kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Rumah yang terdampak diketahui milik Harsono, warga setempat. Bangunan tersebut berada di kawasan perbukitan yang diduga mengalami pergeseran tanah setelah wilayah Sempu dan sekitarnya diguyur hujan lebat dengan intensitas tinggi selama beberapa jam.
Kepala Dusun Parastembok, Suprapto, mengatakan hujan deras menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah di lokasi tersebut. Kondisi tanah yang labil menyebabkan dinding belakang rumah ambrol.
“Rumah Pak Harsono posisinya berada di atas bukit. Karena hujan deras cukup lama, tanah diduga bergerak sehingga dinding belakang rumah ambrol,” ujar Suprapto.
Ambrolnya dinding tersebut mengakibatkan bongkahan bangunan dan retakan menghantam rumah warga lain yang berada di bawahnya. Karena jarak antarbangunan cukup berdekatan dan dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah susulan, lima KK yang terdampak langsung dievakuasi dan mengungsi sementara.
“Bangunannya saling berdekatan dan rawan jika terjadi susulan, sehingga lima KK sementara mengungsi,” jelasnya.
Selain merusak bangunan rumah, hujan lebat juga menyebabkan air meluber ke jalan lingkungan dan merendam sejumlah rumah warga. Ketinggian genangan air dilaporkan mencapai mata kaki, namun tidak berlangsung lama dan surut setelah hujan reda.
Suprapto menambahkan, penanganan awal dan perbaikan rumah akan dilakukan pada Selasa (16/12) dengan melibatkan warga dan perangkat wilayah setempat secara gotong royong.
Pemerintah desa mengimbau warga yang tinggal di wilayah perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi, guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan.






