Tangani Banjir Lamongan, Wagub Emil Ungkap Rencana Floodway Berkapasitas hingga 1.000 Meter Kubik

oleh -100 Dilihat
Banjir lamongan floodway
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau Pintu Air Kuro. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Wakil Gubernur  (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung operasional pompa pembuangan air di Pintu Air Kuro, Lamongan, Sabtu kemarin. Peninjauan ini dilakukan menyusul kekhawatiran warga terkait kurang optimalnya pengoperasian pompa dalam penanganan banjir.

Dalam sidak tersebut, Emil didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi untuk memastikan sistem pengendalian banjir berjalan maksimal.

Emil menjelaskan, saat ini pompa permanen di lokasi telah diaktifkan hingga pukul 22.00 WIB, sementara pompa mobile dioperasikan hingga pukul 24.00 WIB guna mempercepat pembuangan air.

Ia juga menyinggung rencana jangka panjang pemerintah melalui pembangunan jalur pengendali banjir atau floodway yang akan langsung mengalirkan air menuju laut.

“Sempat ada keresahan warga karena bunyinya seperti ini, tetapi warga bisa memaklumi, yang sempat protes akhirnya tahu bahwa ini untuk banjir, mereka justru ikhlas bahwa gangguan suara ini untuk menolong saudaranya. Tadi kita juga sudah melihat master plan Kementerian PU bahwa ada jalur untuk melimpahkan air langsung ke laut yang disebut floodway (jalur banjir) dengan kapasitas 640 meter kubik dan dengan optimalisasi bisa menjadi 1.000 meter kubik,” ungkap Wagub Emil.

Meski demikian, Emil menyebut kapasitas yang dapat dimanfaatkan saat ini masih terbatas, sehingga perlu pembahasan lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Ia mengatakan, kapasitas maksimal yang bisa dimanfaatkan saat ini baru mencapai sekitar 400 meter kubik.

Selain rencana penguatan floodway, Emil juga memaparkan sejumlah fasilitas pompa yang telah tersedia di kawasan Kuro untuk mempercepat penanganan banjir.

Saat ini terdapat tiga pompa permanen milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan total kapasitas 6.000 liter per detik, dua pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai Brantas berkapasitas total 2.000 liter per detik, serta pompa milik Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan kapasitas 500 liter per detik. Selain itu, terdapat satu pompa mobile berkapasitas 500 liter per detik.

“Semua total ditambah yang di Melik 11 meter kubik idealnya kita punya 50 meter kubik, tapi tentu yang ada kalau tidak dioperasikan malah tinggi airnya. Genset juga Mei estimasi akan berganti jadi listrik sehingga tidak ada kendala kesulitan solar, kendala suara yang terlalu besar, atau genset yang rusak, ditambah rencana Waduk Jabung dan Bendungan Karangnongko selain untuk mengatasi banjir juga kekeringan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan fungsi floodway sebagai solusi pengendalian banjir di wilayah tersebut.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Emil tadi adalah langkah-langkah jangka pendek yang hari ini bisa kita tambahkan untuk mengeluarkan air di sini. Efektivitas nanti akan kita komunikasikan. Sebagai peringatan pula, jangan lupa bawa nanti kita akan juga menghadapi kemarau panjang sehingga semuanya perlu diantisipasi secara seimbang,” ucap Pak Yes.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.