Tanggul Sungai Slumbung Tergerus, 7 Rumah Warga di Mojowarno Jombang Retak

oleh -308 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 13 at 9.55.17 AM
Penampakan rumah warga yang retak di Mojowarno Jombang (istimewa)

KabarBaik.co – Sebanyak tujuh rumah warga di Dusun/Desa Penggaron, Mojowarno, Jombang, mengalami keretakan serius akibat tanggul Sungai Slumbung yang terus tergerus aliran air.

Retakan pada bangunan dilaporkan semakin melebar, terutama saat terjadi hujan deras maupun getaran. Kondisi tersebut membuat warga khawatir akan terjadinya longsor susulan.

Kepala Dusun Penggaron Mahmud Nasution mengatakan kerusakan tanggul sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Akibatnya, struktur tanah di bawah permukiman warga melemah dan memicu keretakan pada bangunan rumah.

“Yang rusak cukup parah sampai saat ini ada tujuh rumah yang terdampak. Ada yang retak-retak dan ada yang sampai longsor. Yang paling parah, selain retak di bagian bawah, dapurnya juga sudah miring,” kata Mahmud, dalam keterangannya Sabtu (13/12).

Ia menyebut satu keluarga terpaksa mengungsi karena khawatir terjadi longsor lanjutan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Menurut Mahmud, retakan pada rumah warga sebenarnya sudah muncul sejak dua hingga tiga tahun lalu. Namun, kondisi tersebut kembali memburuk dalam dua pekan terakhir setelah banjir melanda kawasan tersebut.

Salah satu warga terdampak, Sujiono, 50, mengungkapkan retakan di rumahnya mulai terlihat sejak dua bulan terakhir dan semakin parah saat hujan deras.

“Kalau hujan deras itu was-was, biasanya ada getaran. Retakannya lama-lama tambah lebar sampai kamar tidur terbelah. Akhirnya saya pindah tidur di ruang tamu,” ujar Sujiono.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, terutama penguatan tanggul atau pembangunan pondasi agar tanah tidak semakin ambles.

“Kami ingin ada bantuan supaya bisa memperbaiki rumah dan tanggul ini, biar tidak semakin parah,” katanya.

Supervisor Pusdalops BPBD Jombang Stevy Maria membenarkan adanya sejumlah rumah warga yang terancam ambruk.

“Dari hasil kajian kami, ada sekitar empat sampai lima rumah yang kondisinya terancam. Ada tanggul yang menggantung dan tembok rumah warga yang sudah mulai retak,” kata Stevy.

Stvy menjelaskan longsoran tanggul semakin melebar setelah banjir terakhir melanda wilayah tersebut. Dampaknya, retakan pada tembok rumah warga juga bertambah.

BPBD Jombang tercatat telah tiga kali melakukan asesmen di lokasi dan telah mengirimkan surat kepada instansi terkait untuk penanganan lanjutan.

Hingga kini, warga berharap perbaikan tanggul Sungai Slumbung segera direalisasikan mengingat intensitas hujan masih tinggi dan risiko longsor terus meningkat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.