Tari Emprak Khas Blitar Hadapi Tantangan Regenerasi

oleh -129 Dilihat
Penari Emprak saat menampilkan tariannya.
Penari Emprak saat menampilkan tariannya.

KabarBaik.co, Blitar – Kesenian Tari Emprak khas Blitar mulai menghadapi tantangan regenerasi. Minat generasi muda untuk menekuni tarian tradisional tersebut disebut mulai menurun karena kalah bersaing dengan jenis tarian modern yang lebih diminati.

Staf Disbudpar Kabupaten Blitar Novita Mijil mengatakan pelestarian Tari Emprak saat ini masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kontinuitas penari muda.

“Tantangan utamanya ada pada regenerasi penari. Banyak yang sekarang lebih memilih tarian lain yang dianggap lebih atraktif dan mengikuti tren,” ujarnya, Senin (11/5).

Tari Emprak sendiri merupakan salah satu tarian tradisional khas Blitar yang memiliki nuansa budaya Mataraman. Meski masih sering ditampilkan dalam kegiatan resmi maupun acara sanggar seni, jumlah penari yang konsisten menekuni tarian tersebut mulai berkurang.

Menurut Novita, karakter Tari Emprak yang cenderung tradisional membuat sebagian anak muda merasa kurang tertarik dibandingkan tarian modern yang lebih dinamis.

Selain faktor minat, belum masifnya penerapan Tari Emprak di lingkungan sekolah juga menjadi kendala pelestarian. Selama ini pengenalan tarian lebih banyak dilakukan melalui event budaya dan festival.

“Belum banyak dijadikan kegiatan rutin di sekolah atau ekstrakurikuler, jadi pengenalannya masih terbatas,” katanya.

Meski demikian, Disbudpar Kabupaten Blitar mengaku terus berupaya menjaga eksistensi Tari Emprak melalui berbagai kegiatan budaya dan pertunjukan seni.

“Kami terus mendorong sanggar seni untuk tetap menampilkan Tari Emprak dan menjadikannya bagian dari kegiatan resmi pemerintahan,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.