KabarBaik.co, Banyuwangi – Selain dari asosiasi truk logistik, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) juga mengharap lintasan Ketapang (Banyuwangi) – Lembar (Lombok) dihidupkan kembali.
Menurut Gapasdap, rute Jangkar (Situbondo) – Lembar yang saat ini berlaku kurang efektif, karena tarifnya terlalu mahal sehingga sepi peminat.
Hal tersebut diungkapkan saat hearing di gedung DPRD Banyuwangi terkait permintaan Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) agar penyeberangan lintasan Ketapang-Lembar dapat dibuka kembali, Rabu (28/1).
Ketua DPD Gapasdap Jawa Timur, Putu Widiana mengatakan rute Jangkar – Lembar tidak diminati para angkutan logistik karena mahalnya tarif. Selain ktu fasilitas penunjang di pelabuhan Jangkar kurang lengkap. Karena sepi peminat, Gapasdap sulit mempertahankan operasional kapal.
“Kita sudah coba 6 kapal di situ, tapi semakin hari semakin bulan tidak ada peningkatan,” kata Ketua DPD Gapasdap Jawa Timur, Putu Widiana.
Imbasnya operator kapal sulit mengelola keuangan karena pendapatan minim, termasuk untuk membeli BBM hingga gaji karyawan.
Kini, setelah satu persatu mundur, hanya tersisa dua kapal di penyeberangan tersebut, namun salah satu kapal pun banyak mengalami kerusakan karena kendala keuangan.
“Dari segi bisnis, Ketapang-Lembar lebih unggul,” tuturnya.
Hal tersebut dipengaruhi oleh selera sopir yang lebih memilih Pelabuhan Ketapang sebagai titik penyeberangan utama menuju Pelabuhan Lembar, karena dinilai lebih strategis, memiliki akses yang lebih mudah, serta waktu tempuh yang relatif lebih efisien.
Dalam rapat tersebut, sopir-sopir yang tergabung dalam ASLI, mengeluhkan harga tiket di penyeberangan Jangkar-Lembar yang lebih tinggi dibandingkan dengan lintasan Ketapang-Lembar.
“Harganya lebih mahal, selisihnya Rp 900.000,” kata Ketua ASLI, Slamet Barokah.
Slamet mengurai, harga tiket lintasan Jangkar-Lembar untuk golongan VII atau truk tronton adalah Rp 5,6 juta.
Sementara dikutip dari postingan instagram ASDP Ketapang pada 3 Agustus 2023 lalu, untuk tiket penyeberangan menuju Lembar, NTB melalui Pelabuhan Ketapang untuk truk tronton adalah Rp 4,4 juta.
“Sedangkan perjalanan dari Asembagus ke sini cuma Rp 100-160 ribu,” terang Slamet.
Selain persoalan harga, Pelabuhan Jangkar Situbondo juga enggan jadi pilihan para sopir karena lokasinya yang tidak strategis dan fasilitasnya yang kurang memadai.
“Sehingga kami meminta ASDP untuk membuka kembali lintasan Ketapang-Lembar,” pintanya.






