Tebing 3 Meter Longsor Timpa Rumah Warga saat Nganjuk Dilanda Hujan Deras

oleh -11 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 17 at 10.07.56 AM
Rumah warga yang diterjang longsor (Ist)

KabarBaik.co, Nganjuk – Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Ngetos pada Senin (16/3) sore hingga malam memicu longsor di Dukuh Burikan, Desa Kepel, longsoran tanah menimpa bagian belakang rumah Samsun, warga setempat. Beruntung peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kami segera menerjunkan tim ke lokasi sesaat setelah menerima laporan. Selain melakukan pendataan (asesmen), kami juga telah menyalurkan bantuan logistik awal untuk meringankan beban keluarga terdampak,” ujar Kalaksa BPBD Nganjuk Sutomo, Selasa (17/3)

Berdasarkan hasil asesmen tim BPBD Nganjuk, kronologi bermula saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam dua gelombang. Hujan pertama terjadi pada siang hari pukul 13.30–14.30 WIB, kemudian disusul hujan lebat kembali pada sore hari pukul 17.50 WIB hingga malam.

Kondisi tanah yang sudah jenuh air mengakibatkan tebing setinggi 3 meter dengan lebar 3,5 meter runtuh. Material longsor yang juga membawa rumpun bambu mati tersebut menghantam tembok bagian dapur dan menyebabkan air serta lumpur masuk ke dalam rumah.

Tim BPBD Nganjuk tiba di lokasi pada pukul 22.26 WIB untuk melakukan langkah-langkah darurat, dan rumah tersebut dinyatakan masih layak untuk ditempati.

“Fokus kami adalah keselamatan warga. Kami mengapresiasi sinergi antara BPBD Jatim, perangkat kecamatan, desa, hingga relawan Tagana yang bergerak cepat di lapangan. Untuk pagi ini, Selasa (17/3), kami bersama masyarakat fokus pada kerja bakti pembersihan material agar aktivitas pemilik rumah kembali normal,” lanjutnya.

Selain penanganan darurat, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan lintas sektor untuk memastikan penanganan berjalan efektif. Penanganan kejadian ini melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Jawa Timur, BPBD Nganjuk, perangkat Kecamatan Ngetos, perangkat Desa Kepel, serta relawan Tagana Nganjuk.

“Kami mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung cukup lama. Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan kepada pihak terkait,” tambah Sutomo.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya seperti pohon tumbang, mengingat curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.