KabarBaik.co – Untuk menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember segera meluncurkan program baru bernama Bucin Kesianak atau Bupati Cinta Kesehatan Ibu dan Anak.
Selain itu, program ini bertujuan untuk menekan prevalensi stunting yang masih tinggi di Kabupaten Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menjelaskan, program tersebut akan melibatkan ribuan tenaga kesehatan untuk diterjunkan langsung ke desa-desa.
“Kenapa ini dilakukan? Karena kita tahu bahwa angka kematian ibu, angka kematian bayi di Jember adalah tertinggi se-Jawa Timur, bahkan stunting kita selalu kalau nggak nomor satu atau nomor dua,” kata Gus Fawait, Jumat (29/8).
Nantinya, lanjut Gus Fawait, akan menyiapkan 1.000 tenaga kesehatan dan dokter spesialis akan bertugas selama enam bulan di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Jember.
“Mereka akan mendampingi bidan desa serta kader posyandu dalam mengidentifikasi dan mendampingi ibu hamil, khususnya yang berisiko tinggi,” jelasnya.
Selain itu, Bupati menambahkan Pemkab Jember juga akan mengadakan program pemeriksaan bersama di puskesmas dan rumah sakit.
“Ibu hamil dengan risiko tinggi nantinya akan mendapat pendampingan khusus mulai dari masa kehamilan hingga pasca persalinan,” tutupnya. (*)