KabarBaik.co – Sebagai strategi mempercepat penurunan angka kemiskinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo resmi mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten UMKM.
Menurut Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat ini angka kemisknina mencapai 11,51 persen, di mana lebih tinggi dari rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur.
“Kami meyakini, pengembangan UMKM bisa menjadi salah satu solusi konkret untuk mengatasi stagnasi ekonomi di Situbondo,” ujar Bupati yang akrab disapa Rio itu, Jumat (4/7).
Rio menegaskan sektor UMKM adalah juru selamat bagi Situbondo, apalagi deklarasi yang dilakukan bukan sekadar simbolis, tetapi wujud keseriusan membangun ekosistem UMKM secara menyeluruh.
“Bukti keseriusan itu sudah kami lakukan, di mana Pemkab Situbondo telah menjalin kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, perbankan nasional, serta berbagai stakeholder untuk mendukung UMKM lokal hingga menembus pasar ekspor.” katanya.
“Kita tidak hanya bicara potensi, tapi bergerak dengan aksi nyata. UMKM akan ciptakan lapangan kerja, yang berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan,” imbuh Rio.
Sementara itu, Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, menyatakan mengapresiasi inisiatif Situbondo dan berharap daerah ini menjadi pilot project nasional.
“Situbondo layak menjadi model nasional sebagai Kabupaten UMKM. Deklarasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kolaborasi dalam pemberdayaan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat,” katanya,
Sekadar informasi, program Kabupaten UMKM akan didukung tim teknis gabungan dengan fokus pada pembiayaan, pelatihan, inkubasi bisnis, dan penguatan pemasaran melalui platform digital serta ritel nasional. Ke depan, Pemkab Situbondo berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan secara signifikan. (*)







