Tekanan Kredit Meningkat, BPR Delta Artha Kebut Penanganan NPL

oleh -140 Dilihat
BPR Delta Arta
Kantor BPR Delta Arta (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo– Upaya pengendalian risiko kredit kini menjadi fokus utama BPR Delta Artha seiring rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang masih berada di atas ambang batas sehat.

Berdasarkan laporan keuangan, rasio NPL BPR Delta Artha tercatat mengalami fluktuasi dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022, NPL berada di level 3,92 persen, kemudian meningkat menjadi 6,80 persen pada 2024.

Memasuki 2025, rasio tersebut menunjukkan perbaikan dengan turun ke angka 6,19 persen, meski masih melampaui batas ideal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah 5 persen.

Direktur Utama BPR Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja menjelaskan bahwa kenaikan NPL tidak lepas dari tekanan eksternal, khususnya kondisi ekonomi yang memengaruhi kemampuan bayar debitur.

“Peningkatan NPL tersebut lebih dipengaruhi oleh kondisi eksternal, khususnya dinamika ekonomi yang berdampak pada kemampuan bayar sebagian debitur, terutama di sektor produktif,” ujarnya, Kamis (9/4).

Ia menambahkan peningkatan tersebut juga merupakan bagian dari proses normalisasi kualitas kredit setelah periode ekspansi pembiayaan yang dilakukan sebelumnya.

“Selain itu, terdapat juga normalisasi kualitas kredit pasca ekspansi pembiayaan yang dilakukan sebelumnya. Kami melihat kondisi ini masih dalam batas yang dapat dikelola,” katanya.

Menurut Sofia, manajemen telah menjadikan penanganan kredit bermasalah sebagai prioritas utama dengan langkah-langkah terukur.

“Hal ini telah menjadi fokus utama manajemen untuk segera ditangani secara terukur,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan NPL paling banyak terjadi pada segmen kredit produktif, khususnya pelaku UMKM yang sensitif terhadap perubahan ekonomi.

“Secara umum, peningkatan NPL memang lebih terlihat pada segmen kredit produktif terutama UMKM, mengingat segmen ini paling sensitif terhadap fluktuasi ekonomi,” jelasnya.

Meski menghadapi tekanan, BPR Delta Artha memastikan kondisi portofolio kredit tetap terjaga melalui diversifikasi sektor pembiayaan.

“Kami sampaikan bahwa portofolio kami tetap terdiversifikasi dengan baik, sehingga risiko tetap terjaga dan tidak terkonsentrasi secara berlebihan pada satu sektor tertentu,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.