KabarBaik.co, Mojokerto – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengapresiasi para pelaku industri atas peran mereka dalam memajukan ekonomi di Bumi Majapahit. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Grand Opening Gedung PT Second Best Packing, baru-baru ini.
Menurut Gus Bupati, realisasi investasi di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2025 mencapai Rp 4,45 triliun, atau 110 persen dari target. Investasi tersebut berhasil menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja, menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pada tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Mojokerto mencapai 4,45 triliun rupiah atau 110 persen dari target dan berhasil menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja,” jelasnya.
Keberhasilan ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto yang mencapai 6,5 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional maupun provinsi, dengan sektor industri pengolahan sebagai kontributor utama.
“Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto tercatat menurut BPS 6,5 persen, di atas rata-rata nasional dan provinsi, dengan kontribusi tertinggi berasal dari sektor industri pengolahan,” imbuhnya.
Gus Bupati menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim investasi yang kondusif melalui pembangunan infrastruktur penunjang, kemudahan perizinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, kemudahan perizinan, serta penyediaan tenaga kerja yang kompeten melalui berbagai program pelatihan,” tandasnya.
Selain itu, Bupati Albarraa juga menekankan pentingnya kualitas SDM bagi keberlanjutan ekonomi. Hal ini terlihat saat ia menghadiri Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 1 Puri, yang diikuti 11.674 siswa dari 117 SMP di Kabupaten Mojokerto. Tes ini bertujuan untuk mengukur capaian akademik peserta sekaligus menjadi bahan evaluasi kualitas pendidikan di daerah.
Raihan investasi dan fokus pada peningkatan SDM menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(*)








