KabarBaik.co — Seorang remaja berusia 14 tahun ditemukan meninggal setelah diduga tenggelam di sungai Desa Bawangan, Ploso, Jombang, Jumat (23/1). Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi terakhir ia terlihat memancing.
Korban diketahui bernama M Ihwan Hanafi, 14, warga Dusun Kesamben, Desa Bawangan. Peristiwa ini pertama kali disadari keluarga saat korban tidak kunjung pulang hingga waktu salat Jumat.
“Mengetahui itu sekitar siang hari. Biasanya kalau sudah waktu salat Jumat, anak ini pulang, tapi tadi tidak, sehingga orang tuanya mulai mencari,” ujar Kepala Desa Bawangan Bakhtiar Efendi.
Upaya pencarian keluarga kemudian mengarah ke bantaran sungai di Dusun Ngumpak, Desa Bawangan. Di lokasi tersebut, keluarga menemukan sepeda milik korban terparkir di atas tanggul, dekat jembatan.
“Anaknya tidak ada, hanya sepedanya yang tertinggal di dekat jembatan,” kata Bakhtiar.
Dugaan korban tenggelam semakin menguat setelah sejumlah warga mengaku sempat melihat korban memancing di sekitar jembatan pada pagi hari bersama dua rekannya yang tidak dikenal warga sekitar.
“Pagi tadi ada warga yang melihat korban memancing di situ bersama dua orang lainnya,” ujar Bakhtiar.
Selain itu, warga yang ikut melakukan pencarian awal juga menemukan joran pancing milik korban berada di dalam sungai, tak jauh dari lokasi sepeda ditemukan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke BPBD Jombang.
Tim BPBD Jombang yang menerima laporan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban terakhir terlihat. Hingga akhirnya, jasad korban ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB.
“Setelah mendapat laporan, tim kami langsung diterjunkan untuk menyisir lokasi awal korban terlihat. Jasad korban akhirnya ditemukan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas.
Wiku menjelaskan,jasad korban ditemukan di dasar sungai, tepat di bawah jembatan, tidak jauh dari titik awal korban memancing.
“Korban ditemukan tenggelam di dasar sungai dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” katanya.
Pihak desa dan BPBD mengimbau masyarakat khususnya anak-anak untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama tanpa pengawasan orang dewasa. (*)






