KabarBaik.co – Keberadaan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya akhirnya berhasil dipastikan oleh TNI-AL yang tergabung dalam tim SAR gabungan. Melalui kamera bawah laut, bangkai kapal nahas tersebut berhasil terekam secara lebih jelas.
Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono mengatakan, kamera berhasil merekam bangkai kapal bertuliskan Tunu Pratama Jaya, Minggu (13/7).
Dalam video yang ditunjukkan, terlihat tulisan tersebut dalam warna putih. Namun rangkaian huruf demi hurufnya cukup sulit dibaca secara kasat mata.
Selain itu, kamera yang diturunkan juga berhasil merekam secara lebih jelas bagian lunas kapal yang berada di bagian atas. Artinya, kondisi bangkai kapal di dasar laut dalam keadaan terbalik.
Dengan hasil temuan ini, lokasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya bisa dipastikan berada di titik tersebut. Lokasinya, berjarak 3,95 kilometer (km) ke arah selatan dari titik lokasi kapal tenggelam.
Jika ditarik garis lurus antara Pulau Jawa dan Bali, lokasi bangkai kapal berada lebih dekat dengan daratan Bali.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R Eko Suyatno menambahkan, temuan tersebut menjadi satu kemajuan bagi tim SAR gabungan untuk melangkah ke depan.
“(Titik tersebut) Sekarang sudah kita nyatakan sebagai fix datum (tempat bangkai kapal),” kata Eko.
Pada operasi SAR Minggu (13/7), unit bawah laut akan berfokus untuk menandai lokasi titik kapal agar lebih mudah diidentifikasi.
Soal apakah bangkai kapal bakal diangkat dalam operasi tersebut, Eko berharap hal tersebut bisa dilakukan.
Meskipun secara teknis, bisa dibilang masih terlalu dini untuk menentukan dilakukan atau tidaknya proses pengangkatan bangkai kapal.
“Semoga kita semua tetap selalu sehat dan siap melaksanakan tugas sampai dengan – ibaratnya dari fix datum ini bisa kita angkat ke permukaan,” katanya.
Jika kapal tersebut nantinya akan diangkat dan berhasil, hal itu akan menjadi capaian tersendiri.
“Ini harapan saya, karena kalau ini bisa kita lakukan, mungkin ini baru pertama operasi kapal tenggelam hingga pengangkatan di Selat Bali,” ujarnya.
“Karena dari sekian banyak kapal yang tenggelam di sini, ini belum pernah diangkat ke permukaan,” tutupnya.(*)