KabarBaik.co – Rumah milik Lasto, warga Desa Mancon, Wilangan, Nganjuk, terbakar. Peristiwa tragis pada Jumat (16/1) malam tersebut mengakibatkan dua orang yang merupakan pasutri meninggal.
Warga yang datang ke lokasi berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Beberapa saat kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, dan langsung berupaya memadamkan api.
Namun, saat proses pemadaman berlangsung, ditemukan dua korban meninggal di salah satu kamar. Akhirnya, sementara penyemprotan api dihentikan, sambil menunggu petugas kepolisian melakukan evakuasi korban.
Keterangan itu disampaikan oleh Joko Ariyanto, Komandan Regu Damkar Nganjuk, yang mengatakan Ada dua korban meninggal dunia di dalam kamar.
“Sehingga penyemprotan dihentikan setelah di evakuasi polisi. Pihaknya melanjutkan penyemprotan air pada titik yang dianggap masih ada api,” ujar Joko saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Sabtu (17/1)
Sementara itu, Lasto, pemilik rumah mengatakan kedua korban yang meninggal adalah anak dan menantunya, yaitu Ririn Nur Farida, 39, dan suaminya Agus Winaryanto, 41.
“Menantu saya itu guru SD,” kata Lasto.
Kedua pasutri tersebut memiliki seorang anak yang pada saat kejadian berada di rumah neneknya dari korban laki laki di Kelurahan Ganung Kota Nganjuk,.
“Di rumah hanya ada anak dan menantu saya, cucu saya berada di Ganung rumah neneknya,” jelas Lasto.
Dua jenazah langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk dilakukan autopsi. Keduanya mengalami luka bakar berat, karena terjebak dan tidak dapat menyelamatkan diri.
Belum dapat ditetapkan pasti penyebab kebakaran. Namun Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 50 juta. Untuk mengamankan TKP, polisi langsung memasang police line.
Serta untuk mengungkap penyebab kebakaran, tim penyelidikan sedang melakukan pemeriksaan mendalam. Karena titik api berada pada sisi tengah dan belakang rumah, maka dari depan rumah nampak kondisi rumah terlihat relatif utuh. (*)







