KabarBaik.co – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, terpaksa menghentikan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil menyusul belum cairnya dana operasional untuk periode akhir tahun.
Kepala SPPG Sumberejo, Dimas Widia Adi Nugroho, mengonfirmasi bahwa penghentian aktivitas dapur ini telah berlangsung sejak Selasa, (16/12) lalu.
“Kendala saat ini ada pada dana. Mungkin karena mendekati akhir tahun, anggaran sudah menipis. Informasinya, dana baru akan dicairkan kembali pada awal tahun depan,” ujar Dimas saat dikonfirmasi pada Jumat, (19/12).
Menurutnya, ini merupakan kendala pertama yang dialami sejak SPPG Sumberejo mulai beroperasi pada 10 November 2025 lalu. Ia juga menambahkan bahwa keterlambatan ini tidak hanya terjadi di wilayahnya, tetapi juga dialami oleh beberapa SPPG di wilayah lain.
“Beberapa dapur lain juga mengalami keterlambatan, seperti di Mumbulsari, Gumukmas, hingga Lumajang. Sifatnya hanya sementara,” terangnya.
Berhentinya operasional ini berdampak langsung pada 2.455 porsi makanan yang biasanya didistribusikan ke sekolah-sekolah setiap harinya.
Selain itu, sebanyak 50 personel—terdiri dari relawan, ahli gizi, hingga bagian akuntansi—terpaksa diliburkan mulai 17 Desember 2025.
“Karyawan diliburkan karena bahan baku yang akan diolah tidak ada. Untuk pengadaan bahan tentu membutuhkan dana,” jelas Dimas.
Terkait sisa bahan baku yang tidak sempat diolah, pihak SPPG berinisiatif membagikannya kepada para relawan agar tidak mubazir. Dimas berharap proses administrasi anggaran dapat segera tuntas sehingga pelayanan gizi bagi siswa dapat kembali berjalan normal. (*)






