KabarBaik.co – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bojonegoro AKP Fahmi Amarullah membeberkan kronologi kejadian tewasnya remaja di saluran air di Kecamatan Kanor. Sebelumnya masyarakat sempat dibuat geger saat seorang warga melihat mayat pria di saluran air.
Menurut Fahmi, peristiwa tersebut bermula saat korban bernama Andrian (20), warga Desa Banjaran, Kecamatan Baureno, sedang nongkrong bersama sejumlah temannya dengan menaiki 6 motor. “Saat itu korban bersama dengan teman-temanya sedang foto-foto di Jembatan Kanor-Rengel (Kare) pada Jumat sekitar pukul 23.45 WIB,” jelas Fahmi, Sabtu (13/7).
Tak lama berselang, lanjut Fahmi, datang gerombolan pemuda dengan menaiki sekitar 8 motor ke arah korban bersama teman-temannya. “Mengetahui didatangi gerombolan motor tersebut, korban bersama temannya kemudian cabut atau balik,” kata Fahmi.
Fahmi menjelaskan, saat mengetahui korban dan teman-temanya kabur, gerombolan motor tersebut langsung mengejar dan berusaha membuntuti korban. “Mengetahui dibuntuti, korban bersama teman-temannya kemudian berusaha untuk tancap gas, mereka mengemudikan motor dengan kencang,” ujar pria lulusan Akpol 2012 ini.
Nah, korban diduga meninggal saat berusaha menghindar dari kejaran para pelaku sehingga menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya meninggal di saluran irigasi di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kepastian penyebab tewasnya korban dengan melakukan visum di Rumah Sakit Sosodoro Djatikusuma Bojonegoro. Pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban dan menunggu hasil visum dari tim medis. (*)







