Terungkap Penyebab Keracunan Massal di Sido Kapasan Surabaya Ternyata Nasi Berkat

oleh -180 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 05 at 5.36.41 PM
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya,dr. Billy Daniel Messakh (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya membeberkan rincian menu makanan yang dikonsumsi puluhan warga Sido Kapasan Gang 10, Kelurahan Sidodadi, Simokerto, hingga berujung keracunan massal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh mengatakan berdasarkan keterangan para korban, mereka menyantap nasi berkat dengan menu lengkap berisi nasi, tumis buncis, ayam bumbu merah, mie bihun goreng, dan acar.

Meski menu telah teridentifikasi, pihak Dinkes mengaku kesulitan memastikan penyebab pasti keracunan secara laboratoris. Hal ini disebabkan karena sampel makanan sudah tidak tersisa saat petugas turun ke lapangan.

“Kejadian makannya hari Selasa (31/3), sementara gejala baru muncul dan dilaporkan pada rentang Rabu hingga Sabtu. Jadi karena sudah habis, kami tidak sempat mendapatkan sampelnya,” ujar dr. Billy, Minggu (5/4).

Dugaan Higienitas Pengemasan

Hasil investigasi sementara mengarah pada prosedur pengemasan makanan yang kurang higienis. Diketahui, ada tiga petugas yang memorsi makanan ke dalam wadah kardus tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan atau masker.

“Yang menjamah makanan itu tidak menggunakan pelindung diri saat proses pemorsian,” tambah dr. Billy.

Kondisi Korban

Hingga Minggu (5/4), tercatat total ada 26 warga yang terdampak dengan gejala mual, muntah, diare, hingga badan lemas. Dari jumlah tersebut, tiga orang masih menjalani rawat inap, yakni dua pasien di RS dr. Mohamad Soewandhie dan satu pasien di RS Al Irsyad. Pihak Dinkes memastikan kondisi ketiganya saat ini dalam keadaan stabil.

Ketua RT 01 RW 07 Kelurahan Sidodadi, Arif, menjelaskan bahwa insiden ini bermula dari acara tahlilan peringatan 7 hari meninggalnya salah seorang warga pada Selasa malam.

Menariknya, warga yang keracunan hanyalah mereka yang membawa pulang dan menyantap nasi kotak tersebut di rumah, termasuk anak-anak. Sementara warga yang makan di lokasi acara dilaporkan tidak mengalami gejala apa pun.

“Hari Jumat baru ketahuan kalau korbannya banyak, sampai 20 orang lebih. Awalnya saya pikir hanya 2-3 orang saja yang lemas,” pungkas Arif. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.