KabarBaik.co, Jombang – Kepala Dinas Kesehatan Jombang Hexawan Tjahja Widada mengatakan pihaknya akan mengirim sampel makanan dan muntahan santri ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya untuk memastikan penyebab dugaan keracunan di Pondok Pesantren Darut Taubah, Mojoagung.
“Insyaallah hari ini sampel muntahan, rawon, dan telur asin akan kami kirim ke laboratorium di Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Hexawan, Jumat (6/3).
Hexawan menjelaskan pemeriksaan awal menggunakan rapid test dilakukan saat makanan masih dalam kondisi segar. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan bahan kimia berbahaya.
“Rapid test mengacu pada beberapa zat seperti arsen, formalin, sianida, dan zat kimia lain. Hasil sementara semuanya negatif,” ujarnya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap melakukan pemeriksaan lanjutan melalui metode kultur di laboratorium untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri.
Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Jombang Dani Setiawan mengatakan pihaknya akan menanggung biaya perawatan para santri untuk sementara waktu.
“Pembiayaan perawatan sementara kami tanggung dulu karena sumbernya juga belum bisa dipastikan,” kata Dani.
Ia menjelaskan, telur asin yang dikonsumsi santri berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Betek, Mojoagung. Selain telur asin, paket makanan dari SPPG juga berisi roti, pisang, apel, dan buah pir.
Pengasuh Ponpes Darut Taubah, Gus Ulun, mengatakan pihak pondok langsung membawa para santri ke rumah sakit setelah muncul keluhan mual dan muntah.
“Awalnya santri putri dulu yang merasa mual dan muntah. Setelah salat tarawih, santri putra juga mulai mengeluhkan hal yang sama. Kami langsung membawa mereka ke rumah sakit dengan tiga ambulans,” ujarnya.
Menurut dia, menu rawon yang dikonsumsi para santri dimasak langsung oleh dapur pondok pada hari yang sama sebelum dihidangkan saat berbuka puasa.
Ke depan, pihak pondok akan melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan makanan agar kejadian serupa tidak terulang. (*)






