Terus Melemah, Nilai Tukar Rupiah Capai Rp 17.386 per Dolar AS

oleh -278 Dilihat
ILUSTRASI UANG
Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KabarBaik.co, Jakarta – Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Sentimen eksternal, terutama mandeknya pembicaraan antara AS dan Iran, disebut menjadi salah satu faktor utama yang menekan mata uang Garuda.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang menemui jalan buntu.

“Rupiah diperkirakan akan melemah seiring dengan menguatnya dolar dan harga minyak mentah dunia menyusul tanda-tanda bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu,” ucapnya di Jakarta, dilansir dari ANTARA, Senin (11/5).

Pada perdagangan Senin pagi, nilai tukar rupiah melemah 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp 17.386 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.382 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah datang setelah ketegangan geopolitik kembali meningkat. Mengutip Sputnik, Iran menolak usulan perdamaian yang diajukan AS karena dinilai “berarti menerima tuntutan yang berlebihan” dari Washington.

Sebelumnya, kantor berita Iran ISNA melaporkan respons Teheran terhadap proposal AS berfokus pada upaya mengakhiri perang serta menjamin keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump pun menyebut tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian Washington sangat tidak dapat diterima.

Sementara itu, menurut Press TV, Iran menegaskan AS perlu membayar kerugian perang kepada Teheran sebagai bagian dari respons tersebut.

Pada awal Mei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa Teheran telah menerima respons AS atas proposal perdamaian 14 poin yang diajukan Iran melalui perantara Pakistan.

Adapun kantor berita Tasnim pada Minggu (11/5) melaporkan usulan terbaru Iran untuk melanjutkan negosiasi dengan AS mencakup pencabutan sanksi, kontrol penuh Iran atas Selat Hormuz, serta pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati data survei kepercayaan konsumen yang diperkirakan turun dari 122,9 menjadi 122. Kondisi ini turut menambah tekanan terhadap pergerakan rupiah.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 17.300 hingga Rp 17.400 per dolar AS.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.