Tips Berlebaran Aman dengan Nikmat Silaturahmi Tanpa Risiko Strok

oleh -165 Dilihat
Dokter Spesialis Saraf dr Heri Munajib
Dokter Spesialis Saraf dr Heri Munajib (Dok. Koleksi Pribadi)

KabarBaik.co, Gresik – Makanan yang dihidangkan saat lebaran memang enak dan memanjakan perut. Tetapi awas, ada faktor risiko strok yang mengintai jika berlebihan mengonsumsinya.

Sebaiknya menahan diri dan tidak berlebihan dan perlu mewaspadai bahaya strok yang siap mengintai kesehatan kita. Makanan yang tersuguhkan saat lebaran bisa menjadi kenikmatan dan bisa berbuah racun berbisa jika berlebihan.

Dokter Spesialis Saraf RSUD Ibnu Sina dr Heri Munajib Sp.N memberi sejumlah tips agar bisa berlebaran aman tanpa strok dengan nikmat silaturrahmi tanpa risiko:

Kendalikan porsi makan yaitu menghindari konsumsi makanan berlemak dan manis secara berlebihan. “Dalam istilah orang Jawa, tombo incip saja sebagai penghormatan kepada tuan rumah yang menjamu kita,” ujar dr Heri, Selasa (17/3).

Tips kedua adalah tetap aktif bergerak yaitu jangan meninggalkan olahraga meskipun sedang libur. Minimal berjalan 7.000-10.000 langkah setiap hari atau yang saat ini sedang booming adalah intermittent walking (jalan santai 3 menit dilanjutkan jalan cepat 3 menit dengan durasi minimal 30 menit)

Tips selanjutnya adalah minum air putih yang cukup dengan cara memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik sesuai dengan kebutuhan cairan harian antara 1,5-2 liter dalam 24 jam.

Tips berikutnya adalah membtasai konsumsi garam dan gula dengan cara kurangi makanan yang dapat memicu hipertensi dan diabetes mulai asin-asinan, terlalu manis hingga minuman berkarbonasi.

“Bayangankan 1 nastar berapa kalori, tinggal kita hitung saja,” kat dr Heri.

Lalu rutin cek kesehatan dengan cara memeriksakan tekanan darah dan kadar kolesterol secara berkala terlebih setelah sibuk bersilaturrahmi selama hari raya Idul Fiitri.

Dan yang tidak kalah penting adalah mengurangi risiko stres dengan manajemen stres dan mekanisme coupling yang baik. “Dari beberapa catatan, strok usia muda didominasi dengan stress yang berlebihan dan buruk dalam manajemen konflik dan stress,” lanjut dr Heri.

“Hari raya Idul Fitri seharusnya menjadi momen silaturahmi yang bahagia, bukan awal dari masalah kesehatan. Dengan pola makan dan gaya hidup sehat serta mengendalikan stres yang baik, kita bisa tetap menikmati hari raya tanpa khawatir terkena strok,” tandas dr Heri. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.