Jakarta, kabarbaik ‘ Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Pendidikan inklusi adalah salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam pendidikan inklusi, ABK belajar bersama dengan anak-anak non-ABK di sekolah umum.
Agar pendidikan inklusi dapat berjalan dengan baik, penting bagi orang tua, guru, dan pihak sekolah untuk mengetahui ciri-ciri ABK. Dengan mengetahui ciri-ciri tersebut, ABK dapat mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
Berikut adalah beberapa tips mengetahui anak inklusi:
- Perhatikan perkembangan anak
Perhatikan perkembangan anak secara umum, mulai dari perkembangan motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional. Jika ada perkembangan yang tertinggal atau tidak sesuai dengan usianya, ada kemungkinan anak tersebut memiliki kebutuhan khusus.
- Bandingkan dengan anak-anak lain
Bandingkan perkembangan anak dengan anak-anak lain seusianya. Jika anak tampak tertinggal atau berbeda dalam hal tertentu, ada kemungkinan anak tersebut memiliki kebutuhan khusus.
- Observasi perilaku anak
Observasi perilaku anak dalam berbagai situasi, seperti di rumah, di sekolah, atau di lingkungan bermain. Jika anak memiliki perilaku yang berbeda dari anak-anak lain, ada kemungkinan anak tersebut memiliki kebutuhan khusus.
Berikut adalah beberapa ciri-ciri ABK yang dapat diamati:
- Keterlambatan dalam perkembangan motorik
ABK mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, seperti merangkak, berjalan, atau mengontrol otot-ototnya.
- Keterlambatan dalam perkembangan kognitif
ABK mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan kognitif, seperti belajar bicara, membaca, menulis, atau berhitung.
- Keterlambatan dalam perkembangan bahasa
ABK mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa, seperti berbicara, memahami bahasa, atau menggunakan bahasa dalam berkomunikasi.
- Keterlambatan dalam perkembangan sosial-emosional
ABK mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan sosial-emosional, seperti kesulitan bersosialisasi, mengekspresikan emosi, atau memahami emosi orang lain.
Jika orang tua, guru, atau pihak sekolah mengamati ciri-ciri tersebut pada anak, sebaiknya segera dilakukan konsultasi dengan ahli. Ahli dapat melakukan asesmen untuk menentukan apakah anak tersebut memiliki kebutuhan khusus.
Dengan mengetahui ciri-ciri ABK, kita dapat memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini penting untuk membantu ABK mencapai potensinya secara maksimal. ( wan/bs)
Bard mungkin








