Tol Laut Tekan Disparitas Harga hingga 40 Persen, PELNI Lepas Pelayaran Perdana 2026 dari Surabaya

oleh -156 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 11 at 08.38.34
Tol Laut tidak sekadar memastikan distribusi logistik berjalan rutin, tetapi juga memberi dampak nyata bagi keterjangkauan harga kebutuhan masyarakat di wilayah 3TP. (Foto: Dani)

KabarBaik.co – Program Tol Laut kembali menunjukkan perannya sebagai tulang punggung distribusi logistik nasional. Upaya ini terbukti mampu menekan disparitas harga barang kebutuhan pokok di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) hingga 20–40 persen.

Komitmen tersebut ditegaskan PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melalui pelayaran perdana Tol Laut tahun 2026 menggunakan KM Logistik Nusantara 3 dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1).

Direktur Utama PELNI, Tri Andayani mengatakan, Tol Laut tidak sekadar memastikan distribusi logistik berjalan rutin, tetapi juga memberi dampak nyata bagi keterjangkauan harga kebutuhan masyarakat di wilayah 3TP. “Tol Laut tidak hanya mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara rutin, tetapi juga membantu mengurangi disparitas harga di wilayah 3TP hingga 20–40 persen,” ujar Andayani.

Pada pelayaran perdana tersebut, KM Logistik Nusantara 3 mengangkut total 78 TEUs kontainer, terdiri atas 74 TEUs muatan kering dan 4 TEUs muatan beku. Muatan didominasi barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting), seperti beras, minyak goreng, air mineral, serta ayam beku yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Menurut Andayani, keberangkatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan pasokan bapokting ke wilayah 3TP dapat berjalan tepat waktu dan berkelanjutan sepanjang tahun. “Dengan jadwal tetap dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, kami berkomitmen mendukung konektivitas antarpulau sekaligus pemerataan logistik nasional,” katanya.

Ia menambahkan, kinerja Tol Laut PELNI sepanjang 2025 mencatatkan total muatan sebesar 13.142 TEUs, atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi pijakan optimistis bagi target tahun ini. “Untuk 2026, kami menargetkan volume muatan minimal setara, bahkan lebih tinggi dari capaian tahun lalu,” ujar Andayani.

Pada tahun ini, KM Logistik Nusantara 3 melayani Trayek T-9 dengan rute Tanjung Perak–Wanci–Namrole–Tanjung Perak. Penyesuaian trayek ini dilakukan guna mengoptimalkan jangkauan layanan Tol Laut, memperkuat konektivitas antarpulau, serta menjamin kelancaran distribusi bapokting ke wilayah 3TP.

Pelepasan pelayaran perdana Tol Laut 2026 ini turut dihadiri Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Kokok Susanto, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Kementerian Perhubungan Ciptadi Diah Prihandoyono, serta jajaran pemangku kepentingan kepelabuhanan.

Melalui program Tol Laut, PELNI menegaskan perannya dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat rantai pasok nasional, dan menghadirkan keadilan logistik bagi seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.