KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga pangan strategis sepanjang tahun ini.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, saat membuka High Level Meeting TPID yang digelar di salah satu hotel di Kota Batu. Heli menegaskan, pengendalian inflasi tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Seluruh pemangku kepentingan perlu bekerja sama agar harga tetap terkendali.
“Pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan kerja kolaboratif lintas sektor. Sinergi dan konsistensi semua pihak sangat menentukan keberhasilan kita,” tegas Heli, Jumat (22/8).
Menurut Heli, pemerintah pusat maupun daerah telah menunjukkan komitmen serius dengan rapat koordinasi mingguan virtual yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Sejumlah langkah konkret juga dilakukan, seperti penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemkot Mojokerto terkait distribusi bahan pokok, dan kerja sama dengan PT Sweet Greens Indonesia untuk mendukung pemasaran hasil pertanian Kota Batu.
TPID juga memfokuskan program pada penyusunan neraca pangan, pemetaan daerah surplus dan defisit, hingga optimalisasi lumbung pangan, pasar murah, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) yang terbukti efektif menjaga stabilitas harga.
“Kerja sama antar daerah (inter-regional) menjadi kunci penting dalam menopang ketersediaan pasokan pangan. Dengan sinergi TPID 2025 yang solid, kita bisa menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. TPID solid, inflasi terkendali, masyarakat sejahtera,” lanjut Heli. (*)






