TPS Luncurkan Mechanic Smart Assistant Berbasis AI, Pangkas Waktu Diagnosis Alat hingga Hitungan Menit

oleh -183 Dilihat
IMG 20260124 WA0003
Inovasi ini diperkenalkan dalam ajang Expo Inovasi SPTP yang digelar di Lobby Pelindo Place Office Tower.

KabarBaik.co – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), resmi meluncurkan inovasi digital Mechanic Smart Assistant (MSA), sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk mempercepat proses diagnosis gangguan peralatan terminal. Inovasi ini diperkenalkan dalam ajang Expo Inovasi SPTP yang digelar di Lobby Pelindo Place Office Tower, Surabaya, Jumat (24/1).

MSA dikembangkan untuk membantu mekanik dalam mengidentifikasi fault code dan event code pada peralatan utama terminal, seperti Rubber Tyred Gantry (RTG), Container Crane (CC), serta berbagai Mechanical Equipment (ME). Berkat inovasi tersebut, TPS berhasil masuk dalam jajaran The Best Six Innovation SPTP Group, terpilih dari 30 nominasi inovasi terbaik.

Peluncuran MSA menjadi bagian dari upaya TPS meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan potensi kerugian akibat downtime peralatan. Selama ini, mekanik membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 60 menit untuk menelusuri arti kode gangguan melalui buku manual atau basis data yang terpisah. Kondisi tersebut menimbulkan inefisiensi waktu hingga 6,45 jam per bulan, dengan estimasi potensi kerugian mencapai Rp354,6 juta per tahun.

MSA lahir dari pengalaman langsung mekanik di lapangan yang kerap menghadapi berbagai gangguan teknis secara bersamaan. Platform ini memungkinkan mekanik mengakses informasi teknis peralatan secara cepat dan terintegrasi melalui perangkat mobile maupun komputer.

“Mekanik sering kesulitan mencari arti kode gangguan. Dengan MSA, proses tersebut menjadi jauh lebih cepat dan praktis,” ujar Sukarsono, Leader Shift Group D RTG TPS.

Melalui pemanfaatan MSA, waktu diagnosis kini dapat dilakukan kurang dari dua menit. Kehadiran platform ini juga dinilai mampu mempercepat learning time mekanik, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital. Proses pembelajaran yang sebelumnya memerlukan waktu lebih dari enam bulan, kini dapat dipangkas menjadi kurang dari tiga bulan.

Ke depan, MSA disiapkan sebagai bagian penting dari program transformasi digital TPS, terutama dalam standardisasi proses Preventive Maintenance dan Predictive Maintenance. Pengembangannya dirancang melalui beberapa tahapan. Tahap awal difokuskan pada implementasi MSA untuk alat RTG dengan fitur chatbot dan basis data terbatas. Tahap berikutnya mencakup penguatan knowledge base dan peningkatan kemampuan diagnosis.

Selanjutnya, MSA akan diperluas untuk mendukung RTG, CC, dan ME dengan kapasitas server yang lebih besar, hingga tahap komersialisasi untuk implementasi luas di lingkungan Pelindo Group.

Dalam pengembangannya, TPS juga memperhitungkan mitigasi risiko, seperti potensi kesalahan interpretasi data, kebutuhan validasi solusi, serta standarisasi basis pengetahuan. Sistem MSA dirancang menggunakan teknologi AI mutakhir berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) guna meminimalkan tingkat kesalahan dan meningkatkan akurasi informasi.

Implementasi MSA memberikan sejumlah manfaat strategis, mulai dari pengurangan waktu henti peralatan, percepatan proses perbaikan, standarisasi langkah troubleshooting, dokumentasi solusi secara digital, hingga dukungan terhadap kegiatan Predictive Maintenance. Selain itu, MSA dinilai mudah direplikasi dan berpotensi menjadi model pengembangan teknologi di lingkungan Pelindo Group.

MSA merupakan hasil kolaborasi antara mekanik dan tenaga ahli teknologi informasi TPS. Tim pengembang terdiri dari Aris Setya Yuwana, Dodo Kresno, Zeffry Bagus, Agus Triyono, dan Ikhsan Efendi. Platform ini diformulasikan sebagai “pendamping digital” bagi mekanik untuk mempercepat dan mempermudah proses perbaikan peralatan.

Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Perusahaan TPS, Adhi Kresna Novianto, menyampaikan bahwa peluncuran MSA menjadi langkah strategis TPS dalam mempercepat transformasi digital sekaligus meningkatkan keandalan operasional terminal.

“Selama ini, tantangan terbesar dalam perawatan alat adalah lamanya waktu yang dibutuhkan mekanik untuk mengidentifikasi kode gangguan. Dengan MSA, proses diagnosis yang sebelumnya memakan waktu hingga satu jam kini dapat dilakukan dalam hitungan menit. Efisiensi ini sangat berdampak pada kelancaran operasional TPS,” ujarnya.

Menurut Adhi, MSA tidak hanya menjawab kebutuhan teknis di lapangan, tetapi juga mendukung pengembangan budaya kerja yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi. Integrasi AI memastikan mekanik memiliki akses cepat terhadap informasi teknis yang akurat dan terstandar, sejalan dengan karakter generasi kerja saat ini.

“Keberhasilan MSA masuk dalam jajaran The Best Six inovasi di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas menjadi bukti bahwa inovasi ini relevan, solutif, dan memiliki potensi pengembangan yang luas. Kami optimistis MSA dapat direplikasi di unit Pelindo Group lainnya dan menjadi model teknologi yang mendukung produktivitas serta keselamatan kerja,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.