KabarBaik.co, Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat perannya dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional. Melalui pembaruan sistem operasional dan penambahan alat bongkar muat modern, TPS menargetkan peningkatan efisiensi layanan serta kapasitas penanganan peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.
Komitmen tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi dan dialog yang digelar di Gedung Administrasi TPS, akhir bulan lalu. Dalam forum tersebut, manajemen TPS bersama para pemangku kepentingan logistik membahas kesiapan fasilitas dan strategi operasional menghadapi peningkatan aktivitas menjelang periode Lebaran.
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan bahwa modernisasi peralatan menjadi bagian dari transformasi layanan perusahaan. Menurutnya, transparansi dan kemudahan akses informasi juga menjadi prioritas.
“TSP berkomitmen menghadirkan layanan yang transparan, modern, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui website resmi TPS, seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real time,” ujarnya, Minggu (1/3).
Sebagai bagian dari penguatan fasilitas, TPS telah mendatangkan total 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dalam tiga tahap. Empat unit telah beroperasi, sementara 10 unit lainnya akan menyusul secara bertahap. Selain itu, pada akhir April mendatang, TPS dijadwalkan menerima empat unit Container Crane (CC) baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Sebagian unit CC juga dialokasikan ke Terminal Berlian guna menjaga keseimbangan layanan di kawasan pelabuhan dan memastikan distribusi operasional berjalan lebih merata.
Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menjelaskan bahwa perusahaan juga menerapkan pengaturan ritme kerja yang lebih adaptif, terutama menjelang Lebaran. Penyesuaian pola kerja saat sahur dan berbuka puasa dilakukan untuk memastikan aktivitas bongkar muat tetap optimal.
“Komunikasi yang intensif dan koordinasi antarpihak membuat jumlah keluhan eksternal menurun signifikan. Kami juga secara berkala memantau forecast ekspor dan impor untuk memastikan fleksibilitas penggunaan area Container Yard, baik inbound maupun outbound,” jelasnya.
Dari sisi pengguna jasa, Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyambut positif pembaruan fasilitas tersebut. Ia menilai hampir seluruh peralatan bongkar muat kini dalam kondisi baru dan siap mendukung pelayanan secara optimal.
Menurutnya, tambahan fasilitas seperti area fumigasi dan alat pemindai ekspor-impor yang telah beroperasi juga mempercepat proses pemeriksaan barang sehingga layanan menjadi lebih terintegrasi. “Sinergi antara pelaku usaha dan pengelola terminal menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus logistik di Jawa Timur,” katanya.
Dengan tambahan peralatan dan optimalisasi sistem kerja, TPS berharap mampu mempersingkat waktu sandar kapal, meningkatkan efisiensi layanan, serta membuka peluang peningkatan terminal handling capacity secara bertahap. Langkah ini sekaligus mempertegas peran TPS sebagai salah satu simpul strategis logistik nasional. (*)






