KabarBaik.co, Jombang – Agenda tahunan Kenduri Durian (KenDuren) di Kecamatan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, berpotensi tidak digelar tahun ini. Penyebabnya, mayoritas petani durian mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satu petani durian asal Desa Sambirejo, Agus Arminto, mengatakan kondisi panen tahun ini jauh dari harapan. Ia memperkirakan sekitar 90 persen kemungkinan Kenduri Durian akan ditunda.
“Melihat kondisi sekarang, kemungkinan besar tidak ada kenduri. Produksi buah menurun drastis,” ujarnya (12/2).
Biasanya, tradisi Kenduri Durian digelar pada Februari hingga Maret, bertepatan dengan puncak panen. Namun tahun ini, curah hujan yang tinggi membuat banyak bunga durian rontok sebelum sempat berkembang menjadi buah.
Menurut Agus, hasil panen turun sekitar 75 persen dibandingkan musim normal. Dari seluruh pohon yang ada, hanya sekitar 25 persen yang masih berbuah.
“Curah hujan terlalu tinggi. Selain bunga banyak yang gugur, rasa buah juga terpengaruh. Banyak yang tidak semanis biasanya,” katanya.
Berbagai upaya sebenarnya sudah dilakukan petani, mulai dari pemupukan rutin hingga pemberian dolomit untuk menjaga kesuburan tanah. Namun, cuaca yang sulit diprediksi membuat hasilnya tetap jauh dari maksimal.
“Perawatan tetap kami lakukan. Tapi kalau cuaca tidak mendukung, hasilnya tetap turun,” tambahnya.
Penurunan produksi ini berdampak langsung pada pendapatan petani. Agus mengaku penghasilannya menyusut hingga 75 persen. Meski begitu, kenaikan harga jual durian sedikit membantu menutup kerugian akibat jumlah panen yang berkurang.
Secara umum, kondisi serupa juga dialami petani lain di Wonosalam. Banyak pohon yang tidak berbuah, sehingga suasana kebun tahun ini terasa berbeda dari biasanya.
“Kalau melihat sekitar, hampir merata. Banyak pohon yang tidak berbuah,” ungkap Agus.
Kini para petani hanya bisa berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar musim panen berikutnya kembali normal. Mereka juga berharap tradisi Kenduri Durian, yang selama ini menjadi kebanggaan Wonosalam, bisa kembali digelar seperti biasa.
“Semoga cuaca membaik, supaya kami bisa menikmati hasil panen lagi,” pungkasnya. (*)






