Tragedi Penerbangan: Perjalanan Terakhir Wakil Rakyat Pembela Para Petani

oleh -18 Dilihat
PESAWAT 1

KabarBaik,co, Kolombia,- Diogenes Quintero Amaya kerap pulang-pergi antara gedung parlemen di Bogota dan wilayah terpencil Catatumbo, daerah asal yang membentuk seluruh perjalanan hidup dan jejak politiknya. Namun, Rabu (28/1), perjalanannya berubah jadi tragedi dunia. Pesawat yang ditumpangi beserta rombongan jatuh di kawasan pedesaan Curasica, Norte de Santander, Kolombia.

Pukul sekitar 11.42 waktu setempat, pesawat Beechcraft 1900D yang dioperasikan maskapai negara Satena, dengan nomor penerbangan 8849, lepas landas dari Cucuta menuju Ocaña. Beberapa menit setelah keberangkatan, pesawat kehilangan kontak dengan pengendali lalu lintas udara.

Tim penyelamat kemudian menemukan puing-puing pesawat di medan pegunungan yang sulit dijangkau. Seluruh 15 orang di dalam pesawat, terdiri atas 13 penumpang dan dua awak, dinyatakan tewas.

Di antara para korban adalah Diogenes Quintero Amaya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kolombia. Ia terpilih melalui Circunscripción Transitoria Especial de Paz atau Kursi Damai, serta Carlos Salcedo Salazar, tokoh yang disebut-sebut sebagai calon penerus Quintero dalam pemilihan legislatif Maret mendatang. Selain itu, seorang asisten Quintero juga termasuk dalam daftar korban.

Kementerian Transportasi Kolombia menyatakan duka cita dan mengonfirmasi bahwa penyelidikan penyebab kecelakaan masih berlangsung. Hingga kini, otoritas belum mengumumkan kesimpulan mengenai faktor teknis atau lingkungan yang menyebabkan jatuhnya pesawat tersebut.

Suara dari Wilayah Konflik

Kursi Damai yang diduduki Quintero merupakan hasil Perjanjian Perdamaian 2016, dirancang untuk memberi perwakilan politik langsung bagi korban konflik bersenjata yang telah berlangsung puluhan tahun di Kolombia. Quintero dikenal luas sebagai salah seorang figur yang paling merepresentasikan semangat kursi tersebut.

Lahir di wilayah pedesaan Hacarí, ia berprofesi sebagai pengacara dan aktivis hak asasi manusia (HAM). Sebelum masuk parlemen, ia aktif mendampingi korban pengungsian paksa dan konflik bersenjata, serta mendirikan organisasi korban di wilayah Catatumbo.

Dalam pemilu 2022, ia terpilih dengan dukungan komunitas-komunitas pedesaan yang selama ini terpinggirkan dari pusat kekuasaan nasional. Di parlemen, Quintero dikenal memperjuangkan isu reformasi agraria, hak petani, dan implementasi perjanjian damai.

Rute Terpencil dan Medan Sulit

Rute udara Cucuta–Ocaña merupakan jalur regional yang melayani wilayah dengan akses darat terbatas dan kondisi geografis yang berat. Media lokal dan internasional mencatat bahwa medan pegunungan dan cuaca di kawasan tersebut kerap menyulitkan operasi penerbangan dan evakuasi, meskipun hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan kecelakaan ini dengan faktor keamanan atau konflik bersenjata.

Warga setempat menjadi pihak pertama yang melaporkan lokasi jatuhnya pesawat, sebelum tim penyelamat mencapai area tersebut. Proses evakuasi berlangsung sulit karena kondisi geografis yang curam dan terpencil.

Kematian Diogenes Quintero Amaya meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi masyarakat Catatumbo yang melihatnya sebagai jembatan langka antara daerah konflik dan negara. Wafatnya Quintero, bersama Carlos Salcedo Salazar, dipandang sebagai kehilangan besar bagi representasi politik korban konflik di tingkat nasional.

Dalam akun IG untuk mengenang korban menuliskan narasi penuh empati bukti kedatangannya dengan masyarakat yang diwakili. Berikut tulisan itu dalam bahasa setempat:

Ya Tuhan, di saat-saat penuh duka ini, satu-satunya penghiburan yang dapat kami temukan hanyalah pada-Mu. Hanya Engkaulah pemilik takdir kami. Hari ini, perjalanan terhenti bagi dua orang yang merupakan keluarga kami: Diógenes dan Nata.

Diógenes adalah pria yang paling sederhana, sahabat yang paling setia, dan politisi terbaik yang pernah kami kenal; ia adalah pemimpin kami. Ia pergi sambil terus berjuang untuk para petani, dengan mimpi melihat Catatumbo hidup dalam damai.
Dan Nata kami, yang selalu tersenyum, yang menjaga kami semua, yang memenuhi setiap tempat yang ia datangi dengan cahaya… kami kehilangan seorang sahabat tanpa syarat, seorang perempuan luar biasa.

Mereka pergi bersama, bekerja demi apa yang mereka yakini, menyusuri tanah yang mereka cintai. Kepada keluarga mereka, kami kirimkan pelukan tanpa batas. Saat ini tak ada penghiburan, hanya kehampaan dan kenangan akan hidup mereka, yang telah menjadi cahaya bagi kita semua.

Selamat jalan, sahabat-sahabat kami. Berbagi hidup bersama kalian adalah sebuah kehormatan yang luar biasa.

Reaksi Sang Presiden

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan. Parlemen dan berbagai organisasi masyarakat sipil mengenang Quintero sebagai sosok yang membawa suara wilayah terpinggirkan ke ruang legislasi nasional.

Bagi masyarakat di Catatumbo, kepergian Quintero bukan sekadar kehilangan seorang legislator, melainkan hilangnya seorang anak daerah yang selama ini dipercaya menyuarakan penderitaan dan harapan mereka, harapan akan perdamaian yang masih terus diperjuangkan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.