Transfromasi Digital Nganjuk, Maksimalkan Medsos Lebih Komunikatif dan Berdampak

oleh -90 Dilihat

KabarBaik.co, Nganjuk – Pemkab Nganjuk mengambil langkah serius memenangkan pertempuran informasi di ruang digital melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Admin Media Sosial dan Publikasi yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Anjuk Ladang ini diisi langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dan pengamat komunikasi Danis Kirana, dengan tujuan mengubah komunikasi publik dari sekadar administratif menjadi lebih komunikatif dan berdampak.

“Kita tidak boleh membiarkan ruang hampa di media sosial. Jika kita diam, ruang itu akan diisi oleh persepsi liar dan hoaks. Maka, admin OPD harus proaktif. Jangan menunggu bola, tapi jemput bola dengan konten yang mencerahkan,” tegas Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Handy ini dalam sesi bertajuk “Akselerasi Dari Transparansi Menuju Kepercayaan Masyarakat”, Jumat (13/2)

Mas Handy memperkenalkan strategi Crowding Out sebagai cara paling efektif mematikan isu miring, yaitu dengan membanjiri ruang digital melalui prestasi dan informasi pelayanan yang valid secara masif. Ia juga menekankan pentingnya menjaga mentalitas pelayanan yang baik di kolom komentar setiap akun media sosial OPD.

“Media sosial adalah meja pelayanan kita yang baru. Kalau di kantor kita bisa tersenyum pada tamu, di media sosial kita juga harus menunjukkan keramahan yang sama. Kritik adalah bahan bakar kita untuk memperbaiki diri, bukan untuk dimusuhi,” imbuhnya dengan lugas.

Untuk memperkuat jangkauan informasi publik, Mas Handy memimpin langsung praktik cross-engagement, di mana seluruh peserta diminta saling mengikuti dan membagikan ulang konten antar OPD secara serentak. Ia menegaskan bahwa kerja sama antar admin menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan narasi pemerintah yang solid.

“Ingat, satu postingan Anda yang bermanfaat bisa menyelamatkan satu warga yang sedang membutuhkan informasi. Jadilah admin yang punya hati dan solusi,” pungkasnya.

Senada dengan visi tersebut, Communication Strategist & Co-Founder DAKO Indonesia Danis Kirana memberikan materi teknis mengenai pentingnya humanisasi konten dalam komunikasi pemerintah. Menurutnya, hambatan terbesar yang selama ini dihadapi adalah gaya bahasa yang terlalu kaku dan menyerupai surat resmi.

“Branding pemerintah itu tentang ‘rasa’ atau persepsi warga. Tantangan kita adalah mengubah pola komunikasi administratif menjadi komunikatif agar pesan pembangunan sampai ke hati masyarakat,” jelas Danis.

Ia juga memaparkan rumus copywriting yang fokus pada aspek Cepat, Akurat, dan Edukatif, dengan menekankan bahwa admin hanya memiliki waktu 3 detik pertama untuk merebut perhatian audiens. Selain itu, ia menyarankan setiap OPD memiliki persona yang jelas, seperti contoh Dinas Sosial yang dapat dikenalkan sebagai “Sahabat Solutif” agar konten yang disampaikan lebih relevan dan mampu menyentuh emosi warga.

“Kita perlu membuat konten yang tidak hanya informatif, tapi juga mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Persona yang jelas akan membantu warga lebih mudah mengenali dan merespons setiap pesan yang kita sampaikan,” tambah Danis Kirana.

Melalui kolaborasi strategi kebijakan dari pihak pemerintah dan keahlian teknis dari praktisi profesional, kegiatan bimtek ini diharapkan mampu mengubah paradigma admin media sosial di lingkungan Pemkab Nganjuk menjadi pelayan publik yang responsif dan mampu menguasai ruang digital untuk kepentingan kemajuan daerah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.