KabarBaik.co- Persebaya Surabaya belum juga berhasil menggapai titik balik sebagai tim legendaris. Bermain di kandang Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu (20/12) malam, Green Force bermain imbang 2-2 melawan Berneo FC. Hasil ini menambah panjang predikat kurang menguntungkan di BRI Super League 2025/2026 sebagai Raja Seri alias Pendekar Remis.
Sebelumnya, badai hasil imbang terus menahan laju kapal Persebaya. Dari tujuh kali berbagi angka, empat di antaranya berakhir dengan skor identik 1-1 secara beruntun. Hasil imbang ini (termasuk 0-0 vs Persis Solo dan 2-2 vs Dewa United) serta terakhir melawan Borneo FC, tentu saja menghilangkan 14 poin krusial.
Tampil di hadapan ribuan Bonek, tuan rumah langsung menggebrak sejak menit awal. Peluang pertama Persebaya lahir lewat sepakan Gali Freitas, namun masih bisa dimentahkan kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata.
Alih-alih unggul lebih dulu, Persebaya justru kebobolan pada menit ke-22. Juan Villa membawa Borneo FC memimpin 1-0 lewat sepakan voli kaki kiri seusai memanfaatkan umpan silang Caxambu dari sisi kiri. Villa berdiri bebas tanpa pengawalan dan tendangannya tak mampu dijangkau Ernando Ari.
Namun keunggulan itu hanya bertahan dua menit. Pada menit ke-24, Gali Freitas menjadi penyelamat Persebaya. Berawal dari blunder bek Borneo FC, Christophe Nduwarugira, yang terlalu lama menguasai bola, Diego Mauricio menekan hingga bola terlepas. Gali kemudian menggiring bola ke kotak penalti. Meski tembakan pertamanya diblok Nadeo, bola rebound berhasil disambar Gali menjadi gol penyeimbang. Skor 1-1.
Persebaya terus mencoba menekan. Tendangan bebas pada menit ke-35 dan sejumlah percobaan lain masih belum berbuah gol. Hingga babak pertama usai, skor tetap imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, Borneo FC tampil lebih agresif. Juan Villa kembali mengancam lewat tembakan jarak jauh, namun Ernando Ari sigap menepis bola. Petaka bagi Persebaya datang pada menit ke-70. Umpan silang Mariano Peralta dari sisi kanan salah diantisipasi Leo Lelis, dan bola justru masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu membuat Borneo FC kembali unggul 2-1.
Saat laga tampak akan berakhir dengan kekalahan tuan rumah, GBT akhirnya bergemuruh di menit ke-89. Malik Risaldi mencetak gol penyeimbang sekaligus menjadi momen emosional bagi sang pemain.
Berawal dari tendangan bebas Dejan Tumbas dari sisi kiri, bola gagal dibuang sempurna oleh lini pertahanan Borneo FC. Bola liar di dalam kotak penalti langsung disambar Malik dengan sepakan kaki kanan yang bersarang ke gawang Nadeo.
Gol tersebut menjadi “pecah telur” bagi Malik Risaldi, yang cukup lama puasa gol bersama Persebaya. Padahal, saat masih membela Madura United, Malik dikenal sebagai salah satu pemain andalan dengan kontribusi gol yang konsisten. Gol ini diharapkan bisa menjadi titik balik kepercayaan diri sang winger.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor akhir 2-2 menutup laga dramatis di GBT. Dengan hasil 14 kali main, Persebaya kini menempati posisi ke-6 klasemen sementara Super League dengan mengantongi 19 poin. Dari 14 kali laga, hanya empat kali menang, tujuh kali seri, dan tiga kali kalah. (*)







