KabarBaik.co – Sejarah diraih cabang olahraga (cabor) futsal Jawa Timur pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON). Tim futsal putra Jatim melaju ke babak final cabor Futsal PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 usai menang 3-2 atas Banten di GOR Futsal Disporasu, Medan, Sabtu (7/9).
Jatim unggul lebih dulu melalui gol pemain asal Sidoarjo Achmad Guntur Ramadhan pada menit 10. Jatim menggandakan keunggulan setelah tendangan bebas Arya Raja Tri Sentanu menggetarkan gawang Banten di menit ke-23.
Beberapa detik berselang, Banten menipiskan ketinggalan menjadi 1-2 dari gol yang dicetak Sulthan Rafi. Banten akhirnya menyamakan kedudukan dari gol Hans Farel Muhammad pada menit 30.
Gol kedua Achmad Guntur memastikan kemenangan Jatim 3-2 saat laga menyisakan waktu 21 detik. Jatim melenggang ke final melawan Kalimantan Timur yang mengalahkan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan skor 3-2.
Bagi Jatim, ini adalah capaian tertinggi sejak cabor futsal dipertandingkan pada PON XVIII Riau 2012 lalu. Saat itu, Jatim tidak lolos.
Sejauh ini prestasi tertinggi futsal putra Jatim merebut medali perunggu pada PON XIX Jawa Barat 2016. Sedangkan pada PON XX Papua 2020, Jatim kandas di semifinal dan pada perebutan medali perunggu kalah 1-5 dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pelatih futsal Jatim Ambar Suprianto menyebut bahwa kemenangan ini didapat tidak mudah. Selain melawan rasa lelah, dia menyebut karena pemainnya sabar menjalankan strategi yang sudah dirancang.
“Alhamdulillah kami berhasil mencetak gol di detik-detik akhir. Anak-anak berhasil melawan tingkat capek yang luar biasa jelang pertandingan selesai,” ungkap Ambar Suprianto setelah pertandingan.
“Mereka (Banten) lebih banyak menunggu dan mengandalkan counter, Alhamdulillah ada sedikit celah di pertahanan mereka yang berhasil dimaksimalkan anak-anak,” tambahnya.
Meski sudah memastikan melaju ke babak final, Ambar Suprianto berharap pemain tidak cepat puas, kembali fokus laga final. Laga final melawan Kaltim akan dilangsungkan di tempat sama, Minggu (8/9) sore.
“Kami apresiasi penampilan anak-anak dengan mental bertanding yang kuat serta keinginan mengukir sejarah di PON. Tapi, saya berharap keseluruhan pemain tidak terlalu euforia, segera fokus partai final besok,” pungkasnya. (*)







