KabarBaik.co, Mataram,- Unggahan terakhir AKBP Didik Putra Kuncoro di akun Instagram pekan lalu, menandai babak akhir kariernya sebagai Kapolres Bima Kota. Dalam postingan tersebut, dia membagikan momen penjemputan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin.
Dalam kunjungan itu sekaligus dilakukan silaturahmi bersama Forkopimda Kota dan Kabupaten Bima pada malam harinya. Namun, siapa sangka, unggahan itu kini menjadi catatan terakhir sebelum AKBP Didik Putra Kuncoro dinonaktifkan dari jabatannya dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri dalam jerat kasus ”lingkaran setan” narkotika pada Jumat (13/2).
Kini, alumnus Akpol 2004 kelahiran Kediri, Jawa Timur, itu menunggu proses persidangan sambil menjalani penahanan penempatan khusus (Patsus). Dari hasil penggeledahan, penyidik menemukan barang haram di sebuah koper yang dititipkan di rumah seorang Polwan di Tangerang. Sebelumya, AKBP Didik Putra Kuncoro juga disebut menerima setoran Rp 1 miliar yang bersumber dari terduga bandar narkoba bernama Koko Erwin.
Kisah itu menjadi sebuah episode kontroversial di tengah dinamika kepolisian di Bima. Berikut narasi dari unggahan terakhir di akun AKBP Didik Putra Kuncoro:
Saya didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bima Kota bersama para Pejabat Utama Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan penjemputan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin. Kegiatan penjemputan berlangsung dengan tertib, penuh penghormatan, serta dalam suasana aman dan kondusif sebagai bentuk dukungan terhadap kunjungan kerja Bapak Kapolda NTB di wilayah hukum Bima.
Setelah proses penjemputan, pada malam harinya dilaksanakan kegiatan silaturahmi Bapak Kapolda NTB bersama Forkopimda Kota Bima dan Kabupaten Bima yang bertempat di Kediaman Wali Kota Bima. Kegiatan tersebut dihadiri unsur pimpinan daerah, TNI-Polri, instansi vertikal, tokoh agama, serta para pejabat terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pentingnya memperkuat sinergitas, koordinasi, dan kolaborasi seluruh unsur dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah di wilayah Bima.
Melalui rangkaian kegiatan ini diharapkan terjalin komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang semakin solid antara Polri, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan di wilayah Bima. Sinergitas yang kuat tersebut menjadi landasan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta mendukung keberlangsungan program pembangunan daerah secara berkesinambungan. Kebersamaan dan kekompakan Forkopimda diharapkan terus terpelihara sehingga situasi kamtibmas di Kota Bima maupun Kabupaten Bima senantiasa berada dalam kondisi aman, damai, tertib, dan kondusif.
“POLRES BIMA KOTA, POLISI BAIK”
POLRI UNTUK MASYARAKAT






