Update Banjir Jember: 7.445 KK Terdampak, 1 Warga Meninggal, 3 Jembatan Putus

oleh -85 Dilihat
Petugas saat di lokasi terdampak banjir.(Ist)

KabarBaik.co, Jember – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis (12/2) siang hingga Jumat (13/2) malam memicu banjir luapan di sejumlah titik.

Berdasarkan data terbaru dari Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jember, tercatat sebanyak 7.445 Kepala Keluarga (KK) di 10 kecamatan terdampak bencana ini.

Bahkan dilaporkan seorang warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, bernama Siti Nurfadila, 55 tahun, meninggal dunia.

“Jadi korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat sedang membersihkan rumahnya yang tergenang air,” kata Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo, Sabtu (14/2).

Ia mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi melanda sedikitnya 23 desa/kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan.

“Kecamatan Rambipuji, 3.774 KK (Wilayah terparah), Kecamatan Balung 1.581 KK, Wuluhan 1.464 KK, Bangsalsari 316 KK, Kaliwates 220 KK, dan wilayah lain Panti, Sukorambi, Kalisat, Ajung, dan Puger,” paparnya.

Selain pemukiman, lanjut Edy kelompok rentan juga menjadi perhatian serius petugas di lapangan. Tercatat ada 74 balita, 82 lansia, dan 4 penyandang disabilitas yang masuk dalam daftar warga terdampak.

“Sebanyak 557 jiwa sempat mengungsi ke beberapa titik aman sebelum akhirnya diizinkan kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air,” imbuhnya.

Selain itu arus banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur, 3 Jembatan ambruk/putus (di Kecamatan Panti dan Sukorambi), 1 Pondok Pesantren, 1 SD, 1 TK, dan 1 TPQ terendam, 1 Masjid ambruk di Balung, 1 Balai Desa terendam di Wuluhan dan 12 unit speedboat di Desa Puger Wetan terbawa arus sungai (10 unit masih dalam pencarian).

“Hingga saat ini tim masih terus melakukan penanganan di lapangan. Fokus utama kami adalah pendistribusian logistik untuk dapur mandiri dan pembersihan sisa material banjir,” pungkasnya.

BPBD Jember mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat prediksi BMKG terkait cuaca ekstrem di Jawa Timur masih berlangsung hingga 20 Februari 2026. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.