Update Tragedi Tahun Baru di Swiss: Belum Ada Kabar Korban WNI, 40 Pengunjung Tewas dan 115 Luka Serius

oleh -315 Dilihat
sebuah ledakan dilaporkan terjadi pada malam tahun baru di sebuah bar di sebuah resor di crans montana swiss ledakan tersebut 1767257813404 169
Bar yang terbakar di sebuah resor di Crans Montana, Swiss yang menewaskan 10 orang (AFP/MAXIME SCHMID)

KabarBaik.co – Tragedi kebakaran dahsyat yang melanda bar Le Constellation di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss, pada malam Tahun Baru 2026 masih menyisakan duka mendalam. Berdasarkan pembaruan terkini, setidaknya 40 orang tewas dan 115 lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar dalam kondisi serius akibat luka bakar parah.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat pada 1 Januari 2026, saat ratusan pengunjung sedang merayakan pergantian tahun. Mayoritas pengunjung adalah anak-anak muda berusia 16–25 tahun. Kebakaran diduga dipicu oleh pyrotechnics atau kembang api di dalam bar. Api dengan cepat menyebar dan menyebabkan kepanikan massal.

Awalnya, suasana meriah dengan musik keras, tawa, dan perayaan pergantian tahun. Bar basement yang ramai tiba-tiba berubah menjadi neraka dalam hitungan menit. Saksi mata menggambarkan adanya “jeritan di mana-mana” saat api menyambar langit-langit. Orang-orang berdesak-desakan di tangga sempit, dengan asap tebal membuat sulit bernapas. Beberapa di antaranya mengalami pakaian terbakar. Lainnya melihat sekitar 20 orang berjuang keluar dari asap dan api dengan luka parah.

Banyak pengunjung memecah jendela untuk keluar, yang justru menyebabkan cedera tambahan. Di luar lokasi, suasana kacau terlihat dengan api yang masih berkobar, kendaraan darurat mulai berdatangan, dan orang-orang berlarian atau membantu para korban. Video amatir menunjukkan seseorang berupaya memadamkan api di langit-langit bar, tetapi gagal karena api menyebar dengan cepat.

Video lain memperlihatkan api menyala di latar belakang tempat kejadian perkara (TKP), kerumunan orang di jalanan bersalju, serta ucapan duka seperti “Repose en paix” (istirahat dalam damai, Red). Suasana dingin membeku (suhu saat itu sekitar minus 10 derajat Celcius) memperburuk situasi, dengan orang-orang berkumpul dalam diam, meletakkan bunga dan lilin sebagai penghormatan terakhir.

Beberapa media luar negeri melaporkan, sebelum si lidah api menjulur, seorang bartender pria mengangkat rekan wanitanya ke bahu sambil memegang botol sampanye dengan lilin atau sparkler menyala di atasnya. Lilin tersebut kemudian menyentuh langit-langit kayu, menyebabkan api langsung menyambar dan menyebar dengan cepat. Asap pertama terdeteksi, diikuti ledakan api yang menyebabkan langit-langit runtuh.

Sekitar pukul 01.32 waktu setempat, patroli polisi pertama tiba di lokasi, diikuti oleh pemadam kebakaran dan tim penyelamat dari Organisasi Kanton Valais untuk Penyelamatan (OCVS). Api telah menyebar luas dan memicu kepanikan massal. Korban mulai dievakuasi, dengan 150 petugas darurat, 42 ambulans, dan 10 helikopter dikerahkan. Beberapa korban dibawa ke rumah sakit di Swiss, Prancis, Italia, dan Jerman karena kapasitas fasilitas medis lokal telah melebihi batas.

Sekitar pukul 05.00 waktu setempat, seluruh korban luka telah ditangani dan dibawa ke fasilitas medis. Api berhasil dikendalikan, namun proses identifikasi jenazah memakan waktu karena banyak korban sulit dikenali akibat luka bakar. Para korban diduga berasal dari berbagai negara Eropa, termasuk Italia dan Prancis, yang melaporkan warganya hilang atau terluka.

Hingga saat ini, belum ada laporan atau konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri RI maupun KBRI Bern mengenai adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tewas maupun luka-luka dalam insiden ini. Pemerintah Swiss telah mengumumkan masa berkabung nasional selama lima hari, dengan bendera setengah tiang dikibarkan di seluruh negeri. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.