Urai Benang Kusut Perparkiran, Arif Fathoni Sosialisasikan Parkir Non-Tunai saat Reses

oleh -59 Dilihat
Wakil Ketua DPRD kota Surabaya Arif Fathoni (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya– Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni memanfaatkan masa reses untuk mensosialisasikan kebijakan parkir non-tunai di tepi jalan umum kepada warga. Langkah ini merupakan bentuk dukungan legislatif terhadap inisiasi Wali Kota Surabaya dalam membenahi tata kelola perparkiran di Kota Pahlawan.

Fathoni mengungkapkan bahwa selama ini persoalan parkir menjadi keluhan klasik warga karena dianggap semrawut. Kebijakan cashless atau non-tunai ini dipandang sebagai ikhtiar nyata untuk mengurai benang kusut praktik penyelenggaraan parkir di lapangan.

“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Surabaya agar kebijakan ini sukses. Karena masyarakat adalah pengguna (user) utamanya. Jika warga sudah terbiasa menolak bayar tunai kepada juru parkir (jukir), maka sistem ini akan berjalan maksimal,” ujar Fathoni saat ditemui di DPRD kota Surabaya, Selasa (10/2).

Transformasi Menuju Transparansi

Politisi Partai Golkar ini menekankan bahwa peralihan ke sistem QRIS semata-mata demi transparansi dan akuntabilitas PAD (Pendapatan Asli Daerah). Ia menargetkan pada tahun 2026, Surabaya sudah sepenuhnya bebas dari transaksi parkir tunai.

“Ini persis seperti awal penerapan e-toll, ada pro dan kontra itu biasa. Tapi lihat sekarang, semua sudah cashless. QRIS pun sudah menjadi gaya hidup masyarakat kita untuk berbagai transaksi,” imbuhnya.

Catatan untuk Dishub dan Perbankan

Meski mendukung penuh, Fathoni memberikan beberapa catatan penting bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya:

Pembekalan Jukir: Dishub wajib memberikan peningkatan kapasitas dan pembinaan bagi jukir yang terdaftar agar siap menghadapi transformasi digital.

Infrastruktur Teknologi: Dishub diharapkan menggandeng perbankan (Himbara) untuk penyediaan kode rekening di setiap titik parkir.

Akses Internet: Pemerintah harus menjamin stabilitas akses internet di lokasi parkir agar proses pemindaian QRIS tidak terkendala.

“Jika konsisten diterapkan dan dibarengi dengan pembinaan jukir yang intensif, insyaallah kebijakan ini akan berhasil dan membawa manfaat besar bagi masa depan Surabaya,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.