KabarBaik.co, Surabaya– Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni memanfaatkan masa reses untuk mensosialisasikan kebijakan parkir non-tunai di tepi jalan umum kepada warga. Langkah ini merupakan bentuk dukungan legislatif terhadap inisiasi Wali Kota Surabaya dalam membenahi tata kelola perparkiran di Kota Pahlawan.
Fathoni mengungkapkan bahwa selama ini persoalan parkir menjadi keluhan klasik warga karena dianggap semrawut. Kebijakan cashless atau non-tunai ini dipandang sebagai ikhtiar nyata untuk mengurai benang kusut praktik penyelenggaraan parkir di lapangan.
“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Surabaya agar kebijakan ini sukses. Karena masyarakat adalah pengguna (user) utamanya. Jika warga sudah terbiasa menolak bayar tunai kepada juru parkir (jukir), maka sistem ini akan berjalan maksimal,” ujar Fathoni saat ditemui di DPRD kota Surabaya, Selasa (10/2).
Transformasi Menuju Transparansi
Politisi Partai Golkar ini menekankan bahwa peralihan ke sistem QRIS semata-mata demi transparansi dan akuntabilitas PAD (Pendapatan Asli Daerah). Ia menargetkan pada tahun 2026, Surabaya sudah sepenuhnya bebas dari transaksi parkir tunai.
“Ini persis seperti awal penerapan e-toll, ada pro dan kontra itu biasa. Tapi lihat sekarang, semua sudah cashless. QRIS pun sudah menjadi gaya hidup masyarakat kita untuk berbagai transaksi,” imbuhnya.
Catatan untuk Dishub dan Perbankan
Meski mendukung penuh, Fathoni memberikan beberapa catatan penting bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya:
Pembekalan Jukir: Dishub wajib memberikan peningkatan kapasitas dan pembinaan bagi jukir yang terdaftar agar siap menghadapi transformasi digital.
Infrastruktur Teknologi: Dishub diharapkan menggandeng perbankan (Himbara) untuk penyediaan kode rekening di setiap titik parkir.
Akses Internet: Pemerintah harus menjamin stabilitas akses internet di lokasi parkir agar proses pemindaian QRIS tidak terkendala.
“Jika konsisten diterapkan dan dibarengi dengan pembinaan jukir yang intensif, insyaallah kebijakan ini akan berhasil dan membawa manfaat besar bagi masa depan Surabaya,” pungkasnya. (*)






