Viral ‘Selat Hormuz Sidokare’ gegara Ulah Pak Uda Tutup Jalan Perumahan Secara Sepihak

oleh -1234 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 05 at 2.09.45 PM
Jalan alternatif yang viral dipalang Pak Uda (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Seorang warga Perumahan Pondok Sidokare Asri Sidoarjo jadi sorotan setelah ia menutup secara sepihak jalan alternatif yang melewati rumahnya. Video pemasangan pembatas jalan tersebut viral di medsos.

Pemasangan pembatas jalan ini terjadi di kawasan Pondok Sidokare Asri Blok Y. Lokasi tersebut bahkan tercatat di Google Maps dengan nama ‘Selat Hormuz Sidokare’. Dan warga yang melakukan itu adalah Mashuda alias Pak Uda.

Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat sebuah palang dipasang di tengah jalan sehingga mobil tak bisa melewatinya. Di video tertera tulisan Penjagaan Selat Hormuz dengan tanda silang dan Jalan Akses Perum dengan tanda centang. Tampak seorang pria yang diduga Pak Uda duduk sambil menunggu dan mengawasi palang jalan tersebut.

Video lain memperlihatkan sebuah mobil tak bisa lewat karena ada jemuran pakaian yang dipalangkan di jalan. Mobil itu juga dihalangi oleh Pak Uda yang mengorek-orek jalan dengan tongkat.

Pada video lain terlihat Pak Uda berdebat dengan pemilik kendaraan tentang status jalan tersebut. Warga tersebut mengatakan bahwa jalan itu adalah fasilitas umum, namun Pak Uda menyangkalnya.

Sebuah mobil pada video lain nekat melintas meski ada palang yang ditaruh di jalan. Pemilik mobil kemudian menggeser palang itu meski mobilnya berisiko tergores atau lecet kena palang.

Apa yang dilakukan Pak Uda mendapat cibiran dari netizen yang menilai Pak Uda telah menguasai jalan yang disebut sebagai fasilitas umum (fasum) serta melarang kendaraan melintas di depan rumahnya. Bahkan, sebagian komentar berkembang tidak relevan dan bernada merendahkan.

Pak Uda mengakui bahwa memang dia lah yang memasang palang jalan tersebut. Menurutnya, pembatas tersebut tidak bersifat permanen dan tetap bisa dipindahkan sewaktu-waktu jika ada warga yang hendak melintas. Ia menegaskan bahwa akses jalan tetap terbuka selama ada komunikasi yang baik.

Pak Uda juga menekankan bahwa dirinya tidak pernah melarang warga untuk lewat, melainkan hanya berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.

“Kalau ada orang lewat ya silahkan lewat. Kalau pas rambu tersebut tertutup ya biasanya dibuka jalannya sama pengguna jalan, saya tidak masalah,” jelasnya saat ditemui kabarbaik.co, Minggu (5/4).

Ia pun menyayangkan narasi yang berkembang di media sosial yang dinilai tidak utuh dan memicu kesalah pahaman di tengah masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.