KabarBaik.co, Sidoarjo – Seorang warga Perumahan Pondok Sidokare Asri Sidoarjo jadi sorotan setelah ia menutup secara sepihak jalan alternatif yang melewati rumahnya. Video pemasangan pembatas jalan tersebut viral di medsos.
Pemasangan pembatas jalan ini terjadi di kawasan Pondok Sidokare Asri Blok Y. Lokasi tersebut bahkan tercatat di Google Maps dengan nama ‘Selat Hormuz Sidokare’. Dan warga yang melakukan itu adalah Mashuda alias Pak Uda.
Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat sebuah palang dipasang di tengah jalan sehingga mobil tak bisa melewatinya. Di video tertera tulisan Penjagaan Selat Hormuz dengan tanda silang dan Jalan Akses Perum dengan tanda centang. Tampak seorang pria yang diduga Pak Uda duduk sambil menunggu dan mengawasi palang jalan tersebut.
Video lain memperlihatkan sebuah mobil tak bisa lewat karena ada jemuran pakaian yang dipalangkan di jalan. Mobil itu juga dihalangi oleh Pak Uda yang mengorek-orek jalan dengan tongkat.
Pada video lain terlihat Pak Uda berdebat dengan pemilik kendaraan tentang status jalan tersebut. Warga tersebut mengatakan bahwa jalan itu adalah fasilitas umum, namun Pak Uda menyangkalnya.
Sebuah mobil pada video lain nekat melintas meski ada palang yang ditaruh di jalan. Pemilik mobil kemudian menggeser palang itu meski mobilnya berisiko tergores atau lecet kena palang.
Apa yang dilakukan Pak Uda mendapat cibiran dari netizen yang menilai Pak Uda telah menguasai jalan yang disebut sebagai fasilitas umum (fasum) serta melarang kendaraan melintas di depan rumahnya. Bahkan, sebagian komentar berkembang tidak relevan dan bernada merendahkan.
Pak Uda mengakui bahwa memang dia lah yang memasang palang jalan tersebut. Menurutnya, pembatas tersebut tidak bersifat permanen dan tetap bisa dipindahkan sewaktu-waktu jika ada warga yang hendak melintas. Ia menegaskan bahwa akses jalan tetap terbuka selama ada komunikasi yang baik.
Pak Uda juga menekankan bahwa dirinya tidak pernah melarang warga untuk lewat, melainkan hanya berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.
“Kalau ada orang lewat ya silahkan lewat. Kalau pas rambu tersebut tertutup ya biasanya dibuka jalannya sama pengguna jalan, saya tidak masalah,” jelasnya saat ditemui kabarbaik.co, Minggu (5/4).
Ia pun menyayangkan narasi yang berkembang di media sosial yang dinilai tidak utuh dan memicu kesalah pahaman di tengah masyarakat. (*)






