KabarBaik.co, Blitar – Hingga saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar memastikan belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayahnya. Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan di masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar Christine Indrawati, mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, klinik, dan dokter praktik mandiri.
“Kami sudah menyampaikan surat edaran agar seluruh faskes meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan gejala yang mengarah ke Virus Nipah,” ujarnya, Selasa (10/2).
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Inang alaminya adalah kelelawar buah dari genus Pteropus. Virus ini pertama kali teridentifikasi pada 1998 di Malaysia dan sempat menyerang peternak babi di wilayah Sungai Nipah.
Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti kelelawar dan babi, termasuk melalui cairan tubuh berupa air liur, urin, darah, atau feses.
Selain itu, konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi, seperti buah atau nira aren mentah yang tercemar, juga berisiko menularkan virus. Penularan antarmanusia dapat terjadi melalui kontak erat dengan penderita atau cairan tubuhnya.
Gejala yang ditimbulkan beragam, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri tenggorokan, hingga muntah. Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi peradangan otak. Masa inkubasi virus ini umumnya berkisar antara 4 hingga 14 hari setelah paparan.
Christine menegaskan, hingga kini belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk Virus Nipah, sehingga pencegahan menjadi langkah utama.
“Masyarakat diimbau tidak mengonsumsi nira aren secara langsung, mencuci buah hingga bersih, serta memastikan makanan dimasak sampai matang,” tanbahnya
Selain itu, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan alat pelindung diri saat merawat orang sakit atau menangani hewan, serta menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko.
“Kewaspadaan bersama menjadi kunci agar Virus Nipah tidak sampai masuk dan menyebar di Kabupaten Blitar,” pungkasnya.(*)






