Waktu Terbaik Berdoa dan Memohon Ampunan: Ini Niat Puasa Arafah serta 11 Keistimewaannya

oleh -83 Dilihat
ARAFAH ARAB

KabarBaik.co, Jakarta- Umat Islam kembali menyambut Hari Arafah yang tahun ini jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026/9 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Menjelang Hari Raya Idul Adha, momen ini menjadi salah satu hari paling istimewa dalam kalender Islam karena memiliki banyak keutamaan. Baik bagi jamaah haji yang sedang menjalankan wukuf di Padang Arafah maupun umat Muslim di seluruh dunia yang tidak sedang berhaji.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada Hari Arafah adalah melaksanakan puasa Arafah. Para ulama menggolongkan puasa ini sebagai sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan, khususnya bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Keutamaan puasa Arafah sangat besar. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Mayoritas ulama, termasuk Imam Nawawi dalam Syarah Muslim, menjelaskan bahwa dosa yang dihapus melalui puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil.

Selain menjadi sarana penghapus dosa selama dua tahun, Hari Arafah juga disebut sebagai hari ketika Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan: “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah. Dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?”

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dzikir, takbir, tahmid, tasbih, tahlil, serta amal saleh lainnya pada hari tersebut.

Bacaan Niat Puasa Arafah

Sebagaimana ibadah puasa lainnya, puasa Arafah diawali dengan niat yang dibaca sejak malam hari.

Berikut lafal niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.”

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Namun, bagi yang terlewat berniat pada malam hari hingga terbit fajar, tetap diperbolehkan melaksanakan puasa selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Berikut niat puasa Arafah pada siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.”

Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’âlâ.”

Hari Paling Mulia dalam Setahun

Dalam Islam, Hari Arafah memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Sebagian ulama menyebut Hari Arafah sebagai hari paling mulia dalam satu tahun, sebagaimana hari Jumat merupakan hari paling mulia dalam satu pekan.

Hari Arafah berkaitan dengan sejumlah peristiwa penting dalam Islam, mulai dari ritual haji, waktu mustajab untuk berdoa, hingga momentum pengampunan dosa.

Keutamaan Hari Arafah

1. Hari Diturunkannya Kesempurnaan Agama Islam

Hari Arafah merupakan hari diturunkannya firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 3:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا

Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.”

Ayat ini menjadi penanda sempurnanya syariat Islam bagi umat Nabi Muhammad SAW.

2. Hari yang Allah Bersumpah Dengannya

Hari Arafah juga termasuk hari yang Allah muliakan hingga disebut dalam sumpah-Nya.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Buruj ayat 3:

وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍ

Artinya: “Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.”

Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan bahwa yang dimaksud “hari yang disaksikan” adalah Hari Arafah, sedangkan “yang menyaksikan” adalah hari Jumat.

Allah SWT juga bersumpah dalam Surat Al-Fajr ayat 1-3:

وَالْفَجْرِ، وَلَيَالٍ عَشْر، وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ

Artinya: “Demi waktu fajar. Demi sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Demi hari raya kurban dan demi hari Arafah.”

3. Termasuk Hari di Bulan Haram

Hari Arafah berada di bulan Dzulhijjah yang termasuk empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Empat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan.”

4. Bagian dari Bulan-Bulan Haji

Hari Arafah juga menjadi bagian dari bulan-bulan haji, yaitu Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

Allah SWT berfirman:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ

Artinya: “Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi.” (QS Al-Baqarah: 197)

5. Hari untuk Memperbanyak Ibadah

Hari Arafah termasuk hari-hari maklumat atau hari-hari yang ditentukan Allah SWT untuk memperbanyak ibadah.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hajj ayat 28:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ

Artinya: “Dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan.”

Menurut Ibnu Abbas, yang dimaksud hari-hari tersebut adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

6. Hari Raya bagi Umat Islam

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Hari Arafah, hari raya kurban dan hari-hari tasyriq adalah hari raya kita, umat Islam.” (HR At-Tirmidzi)

7. Hari Pelaksanaan Wukuf di Padang Arafah

Hari Arafah menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Al-hajju ‘Arafah.”

Artinya: “Haji itu adalah Arafah.”

8. Hari Pengampunan Dosa dan Pembebasan dari Neraka

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:

“Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari neraka sebanyak Hari Arafah.”

Hari ini menjadi momentum besar bagi umat Islam untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.

9. Puasa Arafah Menghapus Dosa Dua Tahun

Keutamaan puasa Arafah kembali ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim:

“Puasa Hari Arafah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya.”

Puasa ini disunnahkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Sementara bagi jamaah haji, puasa tidak dianjurkan karena dikhawatirkan melemahkan fisik saat menjalankan rangkaian ibadah haji.

10. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Hari Arafah juga dikenal sebagai waktu terbaik untuk memanjatkan doa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Khairud du‘â’i du‘â’u yaumi ‘Arafah.”

Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.”

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil.

11. Hari Ternistanya Setan

Dalam hadis riwayat Imam Malik disebutkan:

“Tidaklah setan terlihat lebih terhina, lebih terusir, lebih kecil dan lebih marah kecuali pada Hari Arafah.”

Hal itu karena pada hari tersebut setan melihat begitu banyak hamba Allah yang bertobat, tunduk, dan memperoleh ampunan Allah SWT.

Dengan begitu banyak keutamaan Hari Arafah, umat Islam dianjurkan memanfaatkan momentum 9 Dzulhijjah ini untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.

Selain menjalankan puasa Arafah, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memanjatkan doa agar memperoleh ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.