Wali Kota Malang Paparkan Strategi Budaya di Hadapan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

oleh -187 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 09 at 11.31.37
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memberikan pemaparan di hadapan juri salah satunya Budayawan Sudjiwo Tedjo. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan komitmennya menjadikan nilai-nilai luhur budaya sebagai fondasi pembangunan kota kreatif yang inklusif. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui presentasi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di hadapan tim juri Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Dalam presentasinya, Wahyu memaparkan visi strategis integrasi pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar konservasi warisan nenek moyang, melainkan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

“Kebudayaan asli Ngalam dan peninggalan masa lalu adalah modal sosial kita. Kita tidak boleh melupakan sejarah karena itulah identitas kita. Melalui tagline Menolak Lupa, kita membangun Kota Malang yang modern namun tetap berjiwa tradisi,” ujar Wahyu saat kegiatan PWI Pusat di Banten, Jumat (9/1).

Sejumlah program unggulan yang dipaparkan menarik perhatian dewan juri. Salah satunya Program 1.000 Event yang digagas untuk menghidupkan ekosistem seni budaya sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.

Berdasarkan laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), konsistensi penyelenggaraan event di berbagai sudut kota berdampak signifikan terhadap peningkatan okupansi hotel.

Pemkot Malang juga menaruh perhatian pada revitalisasi seni tradisional, di antaranya dengan mengaktifkan kembali gedung-gedung kesenian untuk pementasan ludruk dan seni tradisi lainnya guna menjaga keberlanjutan regenerasi pelaku seni.

Selain itu, keberadaan Malang Creative Center (MCC) menjadi wadah transformasi nilai tradisi ke dalam bentuk digital. Berbagai warisan budaya seperti Batik Malangan dan Wayang Beber dikembangkan menjadi produk gim dan aplikasi modern agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Penguatan identitas lokal turut dilakukan melalui branding berbasis budaya, termasuk penggunaan bahasa walikan dalam sejumlah program Dasa Bakti seperti Ngalam Asyik dan Ngalam Pinter.

Saat ini, Kota Malang didukung oleh 115 cagar budaya serta ratusan pelaku seni aktif. Kehadiran langsung Wali Kota Malang dalam berbagai karnaval dan pawai budaya dinilai memberi dukungan moral sekaligus dampak ekonomi langsung bagi pedagang kecil dan pelaku jasa kreatif.

Melalui paparan tersebut, Wahyu Hidayat dinilai berhasil membawa Kota Malang tampil sebagai daerah yang mampu menyelaraskan kemajuan pembangunan dengan pelestarian budaya. Komitmen tersebut mengantarkan Wahyu meraih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026, atas kepemimpinan visioner yang menjadikan seni budaya sebagai jembatan pemberdayaan masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.