KabarBaik.co – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan menjaga kondusifitas di tengah situasi politik yang dinamis. Pesan itu ia sampaikan dalam acara Sarasehan Pemantapan Etika dan Budaya Politik bertema “Penguatan Etika dan Budaya Politik dalam Menjaga Kondusivitas dan Persatuan di Daerah” yang digelar di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Rabu (12/11) malam.
Acara tersebut menghadirkan akademisi Universitas Airlangga Suko Widodo, sebagai narasumber, serta diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Dalam arahannya, Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menegaskan pentingnya menjalankan politik dengan menjunjung tinggi etika dan semangat persatuan.
“Kita memang punya hak untuk berpolitik, tetapi jangan sampai dalam berpolitik itu justru mengancam kondusifitas dan persatuan yang ada. Hidup damai berdampingan dalam kebhinekaan jauh lebih penting untuk kita jaga bersama,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik merupakan hal wajar dalam berdemokrasi. Namun, setelah kontestasi politik berakhir, seluruh warga harus kembali bersatu membangun Kota Mojokerto.
“Perbedaan dalam menentukan pilihan itu hal yang biasa. Tapi setelahnya, kita harus bersatu kembali untuk membangun Kota Mojokerto,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ning Ita menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi perpecahan akibat penyebaran informasi yang tidak benar di era digital.
“Informasi melalui teknologi bisa menjadi ancaman jika digunakan untuk menyebarkan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Ning Ita.
Melalui sarasehan ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga stabilitas, memperkuat nilai-nilai etika politik, dan menumbuhkan semangat persatuan demi kemajuan daerah. (*)







