KabarBaik.co, Mojokerto – Menjelang bulan suci Ramadan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita melaksanakan tradisi nyadran di Makam Pekuncen. Kegiatan itu dilakukan bersama perwakilan keluarga RM Djojodipuro.
Suasana berlangsung khidmat. Doa bersama dipanjatkan, lalu dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
RM Djojodipuro dikenal sebagai Patih Djapan dan tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Mojokerto. Ia juga merupakan kakek buyut Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ning Ita mengatakan, nyadran bukan sekadar tradisi tahunan. Menurut dia, tradisi tersebut menjadi momentum untuk mengenal dan meneladani para leluhur serta tokoh bangsa.
“Melalui nyadran ini kita tidak hanya mendoakan para pendahulu, tetapi juga belajar dari jejak perjuangan dan pengabdian mereka. Generasi muda harus mengenal siapa leluhurnya dan memahami sejarah daerahnya,” ujar Ning Ita, Senin (16/2).
Ia menambahkan, menjelang Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan hati dan memperkuat spiritualitas. Selain itu, tradisi seperti nyadran juga dinilai mampu mempererat rasa kebangsaan.
Menurut dia, menjaga tradisi dan mengenalkan tokoh-tokoh bersejarah merupakan bagian dari upaya merawat identitas dan karakter masyarakat Kota Mojokerto.
“Kita ingin nilai-nilai keteladanan para leluhur tetap hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, dan berkarakter,” kata dia. (*)






