KabarBaik.co – Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi), bersama Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kota Pasuruan melakukan monitoring pelaksanaan Program PRIME ( Pasuruan Integrated Management Education) di empat sekolah. Yakni TK Pembina Purworejo, SD Katolik Sang Timur, SMP Negeri 1 Pasuruan, dan SDN Mandararejo 2.
Mas Adi menyampaikan rasa syukur karena Kota Pasuruan menjadi miniatur Indonesia yang menjunjung tinggi nilai keberagamaan dan keberagaman. Menurutnya, nilai tersebut harus ditanamkan sejak dini melalui dunia pendidikan. “Program PRIME ini bukan sekadar program formal, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Pendidikan yang menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan terbukti mampu mencetak anak-anak yang lebih sukses di masa depan,” ujarnya.
Mas Adi juga menekankan pentingnya pengembangan sekolah unggul yang tidak hanya berfokus pada rutinitas belajar, tetapi juga memiliki keunggulan dan kekhasan masing-masing. Prestasi akademik tetap menjadi target utama, namun harus diimbangi dengan penguatan potensi lain yang dimiliki sekolah.
Selain itu, perkembangan sains dan teknologi menjadi perhatian penting dalam sistem pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. “Kalau pembangunan fisik hasilnya bisa langsung terlihat, tetapi membangun SDM membutuhkan proses dan konsistensi. Pendidikan adalah kunci untuk menata masa depan,” tambahnya.
Program PRIME juga mendorong penguatan kemampuan bahasa, yakni bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin. Tak kalah penting, Mas Adi menegaskan penguatan moderasi beragama sebagai ciri khas Kota Pasuruan yang dikenal harmonis dan toleran. Dia menyampaikan bahwa tugas sekolah bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik dengan pondasi religius, keberagamaan, dan keberagaman. Hal ini menjadi bekal penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Mas Adi berharap Program PRIME dapat menjadi salah satu diferensiasi keunggulan pendidikan Kota Pasuruan, yang diterapkan secara konsisten mulai dari jenjang TK hingga SMA. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan. “Sekolah pertama adalah keluarga. PRIME bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga orang tua dan lingkungan. Inilah yang kita sebut integrasi manajemen pendidikan,” pungkasnya.
Dinas Pendidikan bersama Dewan Pendidikan Kota Pasuruan akan terus memantau perkembangan Program PRIME di seluruh satuan pendidikan agar manfaatnya dapat terukur dan berkelanjutan. (*)








