Wamendagri Bima Arya Puji Sistem Pengendalian Banjir Surabaya: Potensi Jadi Model Nasional

oleh -78 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 23 at 12.34.30 PM
Wamendagri Bima Arya didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat di Rumah Pompa Darmo Kali, Surabaya (istimewa)

KabarBaik.co – Wamendagri Bima Arya Sugiarto melakukan kunjungan kerja ke Rumah Pompa Darmo Kali, Surabaya. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung efektivitas sistem drainase terintegrasi yang berhasil menjadikan Surabaya sebagai kota percontohan dalam penanganan banjir di tengah tantangan cuaca ekstrem.

Didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bima menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial. Menurut Bima Arya, Surabaya telah menunjukkan keberanian dalam mengambil keputusan jangka panjang melalui inovasi teknologi dan tata kelola yang mumpuni.

“Sekarang pemerintah daerah dituntut bukan hanya siaga, tetapi juga inovatif. Cuaca ekstrem tidak bisa dihadapi dengan cara-cara konvensional. Surabaya menunjukkan bahwa dengan sistem yang tepat, persoalan banjir bisa dikendalikan,” ujar Bima Arya di lokasi.

Salah satu poin yang mencuri perhatian Wamendagri adalah integrasi teknologi pendukung seperti mechanical screen. Alat ini berfungsi menyaring sampah secara otomatis sebelum masuk ke sistem drainase, sehingga mencegah penyumbatan yang sering menjadi kegagalan utama sistem pompa di banyak daerah lain.

Bima Arya menilai pembangunan infrastruktur kota yang berkelanjutan seperti ini jauh lebih efektif dan relevan bagi pemerintah kabupaten/kota dibandingkan rekayasa cuaca yang membutuhkan biaya sangat besar. Ia pun berencana menjadikan praktik di Surabaya sebagai referensi nasional bagi kota-kota besar lainnya yang memiliki masalah banjir struktural.

Transformasi Titik Banjir Menahun

Eri menjelaskan bahwa ketertarikan Kemendagri didasari oleh perubahan nyata di lapangan. Ia memaparkan bahwa sejumlah kawasan yang dulu merupakan langganan banjir, seperti Jalan Ahmad Yani (depan RSI), Bambu Runcing, Kayoon, hingga depan Gedung Grahadi, kini tetap aman meski diguyur hujan deras.

“Beliau heran, hujan deras tapi pusat kota tidak tergenang. Bahkan di Dukuh Kupang yang banjirnya pernah setinggi leher selama lebih dari 50 tahun, sekarang sudah nol genangan. Inilah yang ingin dilihat langsung oleh Pak Wamen,” ungkap Eri.

Meski mencatatkan keberhasilan signifikan, Eri menegaskan bahwa pekerjaan belum usai. Pemerintah Kota Surabaya masih terus melakukan pembenahan di beberapa titik, termasuk kawasan Simo dan sekitar SMA Negeri 14 yang pengerjaannya dimulai pada tahun 2026 ini.

Eri menekankan bahwa untuk kota dengan kontur geografis datar seperti Surabaya, pembangunan rumah pompa dan long storage adalah solusi yang tak terhindarkan.

“Kalau tidak dibangun pompa dan long storage, banjir tidak akan pernah selesai. Pesan kami jelas: kota tidak boleh menyerah pada banjir,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.