KabarBaik.co – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan kampus-kampus di Indonesia untuk mempersiapkan kebutuhan ilmu pengetahuan yang relevan hingga dua dekade ke depan. Hal ini disampaikan Wapres saat membuka International Conference on Applied Sciences, Education, and Technology(iConASET) di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) pada Rabu (11/9).
Dalam sambutannya, Ma’ruf menekankan pentingnya proyeksi pendidikan jangka panjang. Kampus, kata dia, harus mampu mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. “Pendidikan di kampus harus berorientasi ke depan, mempersiapkan kebutuhan ilmu pengetahuan hingga 20 tahun mendatang,” ujarnya.
Ma’ruf juga mengingatkan agar perguruan tinggi tidak bekerja sendiri. Ia meminta kampus untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta. Hal ini diperlukan agar riset yang dihasilkan bisa diaplikasikan langsung ke dunia industri dan mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di lapangan kerja.
“Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha akan memperkuat riset dan inovasi. Ini juga memungkinkan kampus mendapat umpan balik dari industri untuk menyempurnakan kurikulum,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wapres menyoroti posisi Indonesia dalam *Global Innovation Index* 2023 yang mencatatkan kemajuan signifikan. Indonesia saat ini berada di peringkat ke-61 dari 132 negara, naik 14 peringkat dari tahun sebelumnya. Menurut Ma’ruf, capaian ini menunjukkan potensi besar bangsa Indonesia dalam melahirkan inovasi-inovasi baru.

“Peningkatan peringkat ini membuktikan bahwa kita memiliki sumber daya yang kuat dalam inovasi. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita menjaga momentum ini dan terus meningkatkan daya saing,” tegasnya.
Ma’ruf juga menyinggung tentang pentingnya pemanfaatan teknologi dan konsep *Society 5.0* untuk meningkatkan kualitas riset. Ia berharap kampus-kampus dapat memanfaatkan teknologi ini untuk memajukan kualitas penelitian dan daya saing lulusan.
“Kita perlu memanfaatkan keunggulan teknologi, terutama dalam konsep *Society 5.0*, agar bisa bersaing di era global,” tambahnya.
Seminar iConASET yang dihadiri Ma’ruf Amin merupakan acara rutin yang diadakan setiap dua tahun oleh UNUSA. Seminar ini fokus pada pembahasan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri.
Ketua Panitia iConASET, Prof. Zainul Muttaqin, mengatakan bahwa seminar ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri. “Melalui iConASET, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang aplikatif,” ujarnya.
Sejumlah pakar dari berbagai bidang turut menjadi pembicara dalam seminar ini, membahas berbagai topik terkait inovasi teknologi dan pendidikan. Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti untuk mempresentasikan hasil riset mereka.
UNUSA berharap, dengan adanya dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan dunia industri, riset yang dihasilkan oleh kampus bisa semakin relevan dengan kebutuhan zaman. (*)






