Warga Binaan Lapas Kediri Panen 30 Kg Jamur Tiram, Dijual Murah ke Warga Sekitar

oleh -424 Dilihat
WBP Lapas Kediri Panen 30 Kg jamur tiram (Istimewa)

KabarBaik.co – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri terus menunjukkan hasil positif. Kali ini, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil memanen 30 kilogram jamur tiram dari 500 baglog dalam kurun waktu satu bulan.

Kepala Lapas Kediri Solichin menjelaskan bahwa budidaya jamur tiram menjadi salah satu kegiatan pembinaan yang fokus membekali keterampilan praktis sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan.

“Budidaya jamur tiram tidak hanya membekali WBP dengan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan yang akan sangat bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Solichin, Jumat (12/9).

Sebelum memulai, para WBP terlebih dahulu mengikuti pelatihan khusus hasil kerja sama dengan CV Agro Maju Sentosa. Materi yang diberikan mencakup persiapan media tanam, perawatan harian, hingga pengendalian hama dengan metode organik.

Dalam perawatannya, WBP melakukan penyiraman rutin pagi dan sore. Mereka juga menggunakan pupuk organik berbahan dasar bawang merah yang terbukti mampu menjaga kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan ketahanan jamur dari serangan hama.

Panen dilakukan setiap dua hari sekali dan dapat berlangsung stabil selama tiga hingga lima bulan. Hasil panen kemudian langsung dipasarkan ke masyarakat sekitar dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

“Kami ingin hasil pembinaan ini tidak hanya bermanfaat bagi WBP, tetapi juga memberi dampak positif kepada warga melalui ketersediaan produk segar dengan harga ekonomis,” tambah Solichin. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.