KabarBaik.co – Warga Kota Batu semakin sulit mendapatkan beras premium dalam dua bulan terakhir. Sejumlah merek seperti Mentari, Lahap, dan lainnya dilaporkan kosong di Pasar Induk Among Tani. Kelangkaan tersebut berdampak pada lonjakan harga. Dari semula Rp 75 ribu per lima kilogram, kini menembus Rp 80 ribu.
Sementara itu, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang digelontorkan pemerintah justru tersedia melimpah dengan harga lebih murah, yakni Rp 60 ribu per lima kilogram.
Ana Sulimah, salah seorang pedagang Pasar Among Tani mengatakan, pasokan beras premium semakin dibatasi sehingga menyulitkan pedagang memenuhi kebutuhan konsumen.
“Konsumen jadi serba terjepit. Mereka mau beli premium, tapi barangnya terbatas dan harganya naik. Kalau beralih ke beras SPHP memang lebih murah, tapi tidak semua pembeli cocok dengan kualitasnya,” ujarnya, Rabu (3/9).
Ana menjelaskan, pedagang saat ini hanya diperbolehkan mengambil lima sak beras premium setiap kali membeli. Padahal, permintaan masyarakat terhadap beras premium tetap tinggi karena dinilai memiliki kualitas lebih baik.
Kondisi ini memunculkan keresahan di kalangan pedagang maupun warga. Di satu sisi, beras SPHP yang lebih terjangkau tersedia dalam jumlah banyak, tetapi di sisi lain, beras premium yang masih diminati masyarakat justru semakin langka.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kelangkaan beras premium di Kota Batu. Warga berharap harga segera kembali stabil dan pasokan kembali normal. (*)







