KabarBaik.co – Pembangunan infrastruktur nasional seyogianya berjalan seiring dengan perlindungan terhadap hak-hak dasar warga. Hal ini menjadi sorotan warga Dusun Kasian, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, yang menyuarakan harapan mereka terhadap penyediaan akses jalan yang layak imbas dari proyek Tol Kediri–Tulungagung.
Senin (16/6), puluhan warga menggelar aksi damai di sekitar Jalan Teratai, jalur penghubung vital menuju Kota Kediri yang kini tertutup akibat proyek konstruksi. Mereka menyerukan agar jalur tersebut dibuka kembali atau diganti dengan akses alternatif yang setara.
“Aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan, tapi bentuk kepedulian kami terhadap kehidupan warga sehari-hari. Jalan ini menjadi urat nadi ekonomi dan sosial kami,” ujar Suwito, perwakilan warga yang turut mengkoordinir aksi.
Sebelumnya, warga telah menempuh jalur administratif dengan menyampaikan surat resmi kepada Bupati Kediri dan DPRD pada 10 Juni lalu. Namun, hingga kini belum ada kepastian tindak lanjut.
“Kami hanya ingin didengar dan dilibatkan dalam solusi. Harapan kami sederhana: mobilitas kami jangan dikorbankan,” tambah Suwito.
Senada, Suparmin, koordinator aksi lainnya, menyampaikan bahwa warga kini bersikap lebih terbuka namun juga kritis dalam mengawal proses pembangunan.
“Informasi terakhir menyebutkan pengerjaan jalan akan dilanjutkan. Kami ingin pastikan prosesnya sesuai dengan aspirasi warga,” tegasnya.
Menanggapi situasi ini, Humas PT Hastari, Bima, menjelaskan bahwa penutupan Jalan Teratai telah sesuai desain teknis dari konsultan proyek. Perusahaan, kata dia, tetap berkomitmen mencegah potensi konflik dan telah menyediakan jalur alternatif bagi kendaraan roda dua.
“Kami bekerja berdasarkan izin dan perencanaan teknis. Tapi kami juga menyadari pentingnya komunikasi terbuka dengan warga,” jelas Bima.(*)






